PENGAMAT: KEKUATAN KHILAFAH BISA MENGATUR DUNIA

Ali Farkhan Tsani (Foto: Zaenal/Mirajnews)
Ali Farkhan Tsani (Foto: Zaenal/Mirajnews)

Jakarta, 12 Dzulqa’dah 1435/7 September 2014 (MINA) – Pengamat dunia Islam, Ali Farkhan Tsani, menyatakan bahwa Barat mengakui khilafah adalah sistem kepemimpinan yang bisa mengatur dunia, sehingga hal itu membuat mereka begitu takut dengan terwujudnya kekhilafahan.

“Khilafah yang bersifat rahmatan lil alamin, melintas tanpa batas teritorial, adalah satu-satunya kekuatan yang bisa mengatur dunia sesuai dengan ketentuan Allah,” kata pengamat yang pernah mengecap pendidikan Mu’assasah Al-Quds Shanaa, Yaman itu, pada kajian bulanan Ta’lim Niyabah Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Masjid Darul Muttaqin Kompleks Departemen Agama Jakarta Barat, Ahad (7/9).

Ali Farkhan mengutip pengakuan mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush Jr, yang menyebutkan bahwa sistem khilafah akan menjadi imperium Islam yang akan melintasi negeri-negeri Muslim dulu hingga kini, membentang dari Eropa hingga Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.

Menurutnya, kekhawatiran Barat terhadap khilafah itulah yang antara lain melatarbelakangi serangkaian konspirasi global, strategi dan kebijakan luar negeri mereka untuk mencegah khilafah berdiri kembali.

Ali Farkhan Tsani, yang juga Redaktur Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency) menyebut beberapa konspirasi itu, di antaranya invasi AS ke Irak pada 2003, blokade Irak selama delapan tahun (2003-2011), invasi AS ke Afghanistan dan Somalia, revolusi Suriah 2011, serta agresi militer Israel ke Gaza.

“Konspirasi macam apa mereka terhadap dunia Islam, Irak misalnya, ternyata terbukti yang menjadi korban adalah masjid-masjid hancur, ulama banyak yang terbunuh, serta puluhan ribu buku-buku perpustakaan hangus.

Adapun terkait kelompok pengusung khilafah yang menamakan dirinya ISIS (Islamic State Irak and Suriah), Ali mengatakan bahwa seruan untuk bergabung ke dalam kelompok itu termasuk bentuk ashobiyah (bergolongan) yang mengarah pada perpecahan umat Islam, melalui cara-cara kekerasan.

“Tujuan khilafah harus jelas, untuk rahmat semesta alam, menyatukan, dan berjuang untuk meninggikan kalimat Allah, itulah fii sabilillah (di jalan Allah),” ujarnya.

Ali yang juga aktif sebagai dai Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, menambahkan bahwa Timur Tengah sejak menjadi target dalam konspirasi global Zionis Internasional, bagaimana negeri di kawasan ini selalu dibuat konflik.

Tidak cukup sampai di situ, di kawasan Afrika akhir-akhir ini juga muncul berbagai konflik berdarah. Hal tersebut juga harus diwaspadai sebagai bagian dari kosnpirasi memecah belah Afrika, yang banyak terdapat warga Muslimnya, imbuhnya.

“Tidak ada cara lain kecuali mengamalkan khilafah sesuai sunnah, kaum muslimin bersatu di bawah pimpinan seorang khalifah atau imaam,” paparnya, seraya mengutip surat Ali Imran ayat 103, An-Nisa ayat 59 dan Al-Baqarah ayat 30.

Justru dengan kehadiran khilafah, membawa nilai-nilai rahmatan lil alamin, menyelamatkan manusia dari keterpurukan, menyeru kepada jiwa-jiwa manusia untuk mengabdi hanya kepada Allah, mengikat tali persaudaraan sesama hamba-hamba Allah, imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Amir Dakwah Jamaah Muslimin (Hizbullah) wilayah Jabodetabek, Syamsuddin Ahmad, mengatakan isu ISIS dapat menjadi fitnah yang dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk menyudutkan Muslimin.

“Untuk menghadiri fitnah abad ini, umat Islam mestinya mempererat persaudaraan, berjama’ah, bersatu, dan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah,” katanya.

Tampil sebagai pembicara lainnya, Midfaullah, Afifuddin ZA, sambutan Arifin atas nama Panitia, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat, Farhan Mukhaliq. (L/P001/R11/P4).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0