Pengamat: Lokakarya Bahrain Gagal Beri Hasil, Tapi Teluk-Israel Buka Pintu

Lokakarya ekonomi Amerika Serikat di Manama, Bahrain, Selasa, 25 Juni 2019. (Bahrain News Agency via AP)

Manama, MINA – Para pengamat menilai lokakarya ekonomi yang diselenggarakan Amerika Serikat (AS) di Manama, Bahrain, gagal memberikan hasil nyata atas rencana perdamaian Timur Tengah, tetapi membuka pintu untuk hubungan lebih dekat antara Israel-Teluk.

Mereka mengatakan, meskipun demikian, normalisasi hubungan antara monarki minyak Teluk dan Israel – sekutu setia AS yang memiliki keprihatinan bersama atas Iran – tetap tidak mungkin tanpa kemajuan dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Dalam sebuah wawancara yang belum pernah terjadi sebelumnya dari seorang pejabat senior Teluk oleh seorang jurnalis Israel, Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmed Al-Khalifa mengatakan di sela-sela lokakarya dua hari di Manama, Israel adalah bagian dari warisan wilayah tersebut.

“Israel adalah bagian dari warisan seluruh wilayah ini, secara historis, sehingga orang-orang Yahudi memiliki tempat di antara kita,” katanya dalam wawancara yang disiarkan Rabu malam (26/6) di televisi Channel 13 Israel, demikian Nahar Net melaporkan.

Sheikh Khalid, seorang anggota keluarga yang berkuasa di negara kecil itu, meminta wawancara terpisah dengan Times of Israel untuk meningkatkan hubungan dengan Israel, tetapi menegaskan kembali komitmen negaranya terhadap Prakarsa Perdamaian Arab.

Neil Partrick, seorang pengamat Timur Tengah yang berbasis di London, mengatakan, komentar Menteri Luar Negeri Bahrain “akan menjadi pencapaian utama” dari lokakarya “sejauh menyangkut AS dan Israel.”

Sementara itu, seorang jurnalis Israel menerbitkan di akun Twitter-nya sebuah wawancara dengan pengusaha Uni Emirat Arab terkemuka, Mohammed Alabbar, yang berada di antara sekelompok pemimpin bisnis yang menghadiri lokakarya Bahrain.

“Kaum muda dan anak-anak kita … ingin menjalani kehidupan yang memiliki harapan dan optimisme dan masa depan yang lebih baik,” kata Alabbar, pemimpin raksasa real estat Emaar Properties, kepada wartawan ketika ditanya pesan apa yang ingin ia kirimkan kepada khalayak Israel. (T/RI-1/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)