PENGAMAT: POTENSI PUNCAK KONFLIK AKAN BERALIH KE ASIA PASIFIK

(Foto: Rana/MINA)
Direktur Pusat Program Studi Kajian dan Islam (PSKTTI) UI Muhammad Luthfi Zuhdi.(Foto: Rana/MINA)

Jakarta, 15 Dzulhijjah 1436/29 September 2015 (MINA) – Pengamat Politik Timur Tengah sekaligus Direktur Pusat Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam (PSKTTI) UI Muhammad Luthfi Zuhdi, mengatakan, setelah Timur Tengah bergejolak, potensi puncak kekerasan termasuk terorisme akan beralih ke kawasan .

Menurut pengamat terorisme UI itu, justru konflik yang berlarut-larut di Timur Tengah telah menyebabkan mundurnya peradaban kawasan itu selama 100 tahun.

Apalagi, konflik tersebut terjadi di kota-kota yang pernah menjadi kebangkitan peradaban dunia seperti Baghdad di Irak, Damaskus di , Kairo di Mesir, dan Al-Quds di .

“Berbagai konflik dan pergolakan politik yang berlarut-larut di Timur Tengah menyebabkan peradaban Timur Tengah mundur 100 tahun,” kata Luthfi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) usai acara peluncuran buku tersebut di Gedung Pascasarjana UI Salemba, Selasa (29/9).

Luthfi mengatakan, saat ini berbagai konflik politik, ekonomi, sosial-budaya hingga agama terjadi di Timur Tengah.

Dia menyatakan kawasan Asia-Pasifik akan menyaksikan tranformasi pertumbuhan ekonomi yang terbesar di dunia. Hal itu akan terjadi dengan sebagian dari kota-kotanya akan menjadi pusat-pusat perdagangan dan kebudayaan global.

Makin banyak rakyat di seluruh kawasan tersebut yang mendapatkan akses ke pendidikan dan kesempatan untuk maju juga mendorong bangkitnya generasi berikutnya dari para pemimpin regional dan global di bidang bisnis, ilmu pengetahuan, teknologi, politik dan seni.

Namun, ia mencatat, perlombaan senjata yang dibarengi dengan sengketa-sengketa teritorial di kawasan Asia Pasifik menimbulkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Berbagai solusi untuk masalah-masalah global yang mendesak, seperti perubahan iklim penuh dengan perubahan-perubahan pesat, dan ditandai berbagai tantangan.

Untuk itu diperlukan meningkatnya keamanan dan memajukan kemakmuran di kawasan penting ini. “Indonesia memainkan peran utama di kawasan, terutama di institusi regional,” tambahnya.(L/R05/R03)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Rana Setiawan

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.

Comments: 0