PENGAMAT ZIONIS: HAMAS MEMENANGKAN PEPERANGAN KALI INI

Ben Caspit. (Foto: MEMO)
Ben Caspit. (Foto: MEMO)

Tel Aviv, 5 Syawwal 1435/1 Agustus 2014 (MINA) – Pengamat militer Zionis Israel Ben Caspit mengatakan, gerakan perlawanan Palestina berbasis Islam Hamas telah memenangkan babak peperangan melawan militer Zionis yang melancarkan agresi ke Jalur Gaza lebih dari tiga pekan.

“Harus diakui Hamas telah memenangkan babak peperangan [konflik] yang sedang berlangsung meskipun operasi penghancuran terowongan giat dilancarkan tentara Israel,” kata Caspit sebagaimana dikutip Middle East Monitor (MEMO) sebagaimana diberitakan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Jumat.

Caspit juga berbicara kepada surat kabar Israel Ma’ariv, mengungkapkan, untuk memperkuat pendapatnya, Caspit mempertanyakan bagaimana mungkin para pejuang Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas dapat menyusup ke titik pemantauan militer Zionis Israel ‘Nahal Oz’ dan membunuh tentara Zionis Israel meskipun sebelumnya terowongan telah ditemukan dan dihancurkan.

Menurut laporan Koresponden MINA di Gaza mengutip pernyataan resmi Al-Qassam Kamis kemarin, para pejuang Palestina telah menewaskan setidaknya 131 tentara Zionis Israel serta melukai ratusan lainnya dalam baku tembak langsung sejak dimulainya perang darat terhadap Gaza.

Caspit mengkritik para pemimpin Zionis Israel mengatakan situasi akan berbeda jika ada kepemimpinan yang nyata, kuat dan ketat untuk pemerintahan Zionis. Pemerintah Zionis saat ini, ia menganggap, harus mendapat dukungan dari masyarakat internasional.

“Tapi kepemimpinan saat ini tidak memiliki semua hal ini,” ujar Caspit.

Pengamat mengatakan bahwa konferensi pers yang diadakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanannya Moshe Ya’alon, di mana mereka mengumumkan perluasan perang, membuat pemimpin Al-Qassam Muhammad Al-Dhaif tertawa dan memberinya dalih untuk terus menargetkan Zionis Israel.

Data terakhir menunjukkan 70 ribu tentara mengepung Gaza, 40 ribu rudal artileri dan tank diluncurkan dari perbatasan, 4.000 serangan udara dan 2.000 serangan dari arah laut.

“Saya berharap bahwa konferensi pers tidak dimaksudkan untuk mengkomunikasikan pesan pencegahan kepada pimpinan Hamas,” jelasnya, “karena Israel telah menerima satu tamparan setelah tamparan lainnya dilayangkan selama beberapa hari terakhir,” tutur Caspit

Dia melanjutkan: “Jika saya Netanyahu, saya akan menelepon dewan menteri penuh untuk mengadakan pertemuan, tidak hanya anggota keamanan. Setidaknya hal ini bukan lagi operasi militer normal. Hal ini menjadi skandal nasional.” Ia menuduh Netanyahu menjadikan Amerika Serikat musuh, bukan menjadi “mitra strategis”.

Perlawanan Pejuang Palestina

Koresponden MINA di Gaza melaporkan meski serangan Zionis Israel dari berbagai arah secara membabi buta terus dilancarkan, namun para pejuang Gaza masih sanggup melawan serangan-serangan yang hanya mengakibatkan jatuhnya korban dari warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.

Pada hari ke-25 peperangan melawan penjajah Zionis Israel dengan sandi “ Asf Al Ma’kul>” tersebut, Al-Qassam menembakkan setidaknya 146 roket dari berbagai jenis sejak pagi hingga malam hari.

Sejak Kamis pagi, setidaknya 44 ‘Roket 107′ ditembakkan para pejuang Al-Qassam ke beberapa lokasi militer di tanah jajahan Zionis Israel, seperti daerah Kisufim, Nir Yitzhak, Zikkim serta Shoufa.

Sementara itu, dalam pertempuran jarak dekat, roket jenis Haun menjadi andalan Al-Qassam di daerah Bayt Lahiya, Deir Balah, Jabaliya, Karum Abu Shalim Zaitun dan beberapa tempat yang lainnya. Dalam serangan-serangan tersebut setidaknya 10 tentara penjajah Zionis Israel mengalami luka-luka, tiga di antaranya dalam keadaan kritis.

Prestasi-prestasi besar ditorehkan pasukan pejuang Al-Qassam, setelah pada hari pertama Idul Fitri, saat semua muslimin merayakannya, pejuang Al-Qassam justru berhasil masuk ke garis pertahanan penjajah Zionis di timur Shujai’yah serta menyerang kamp pertahanan mereka dan berhasil menewaskan 10 tentara penjajah serta merampas sebuah senjata jenis Tavor dari satuan elit Zionis. (T/K01/P02/EO2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0