Pengecoran Lantai Lima RS Indonesia Catat Rekor di Gaza

Pengecoran lantai lima Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, Senin, 5 Agustus 2019. (Foto: MER-C)

Gaza, MINA – Pengecoran lantai lima sekaligus atap Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina, mencatat rekor baru di wilayah yang diblokade tersebut.

Pengecoran yang dilakukan pada Senin, 5 Agustus lalu dilakukan menggunakan tiga unit mobil pompa berkapasitas besar dengan jangkauan tinggi 60 meter.

“Ini baru pertama kali atau rekor di Gaza satu pengecoran menggunakan tiga unit mobil pompa dalam satu kali pengerjaan. Rekor berikutnya adalah pekerjaan dimulai jam 9.00 s/d jam 14.00 atau lima jam kerja, sehingga kalau dirata-rata dikerjakan pengecoran beton 92 m3/jam,” kata Site Manajer Pembangunan Tahap II RS Indonesia di Gaza Edy Wahyudi kepada MINA, Sabtu (17/8).

Menurut Edy, penyelesaian beton lantai lima mencapai target, yakni selesai sebelum Hari Raya Idul Adha 1440H.

Alhamdulillah atas izin Allah subhanahu wa ta’ala serta doa dan dukungan rakyat Indonesia akhirnya target penyelesaian Beton Lantai 5 atau lantai atap tercapai,” katanya.

Penyelesaian itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Gaza. Sebagian masyarakat di masjid tempat para relawan shalat berjamaah banyak mengucapkan rasa syukur dan memberikan doa dengan kalimat “mubarok ya akhi” serta ucapan terima kasih kepada lembaga medis kemanusiaan MER-C dan rakyat Indonesia.

Edy mengatakan, pemerintahan wilayah utara Gaza bahkan menyempatkan mengundang ke-29 relawan RSI untuk berbuka puasa Arafah bersama di salah satu tempat taman wisata dekat RSI.

MER-C yang berpusat di Jakarta, pada 23 Februari lalu mengirim puluhan relawan Pembangunan RSI Tahap Dua ke Gaza untuk menambah dua lantai rumah sakit yang terletak di Beit Lahiya, utara Gaza.

RSI dibangun oleh putra-putra Indonesia menggunakan dana dari rakyat Indonesia. (L/RI-1/RS10)

 

Mi’raj News Agency (MINA)