Pentagon Benarkan Akan Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Washington, MINA – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) (Pentagon) membenarkan bahwa Menteri Pertahanan Lloyd Austin telah menegaskan sikap AS untuk mengirimkan pasukan perdamaian permanen mengawasi gencatan senjata antara Israel dan faksi-faksi Palestina di Gaza.

Hal tersebut disampaikan dua hari pasca kunjungan Menlu AS ke kawasan Timur Tengah, PIP melaporkannya, Ahad (30/5).

Austin dalam komunikasi dengan koleganya Menhan Israel Beny Gantz, menegaskan dukungan AS untuk melindungi keamanan Israel dan kedua pihak sepakat untuk melanjutkan kordinasi terkait prioritas pertahanan bersama.

Saat agresi Israel ke Gaza, Austin menegaskan dukungan Pentagon terhadap hak Israel untuk membela diri dan bangsanya, menurutnya sangat penting bagi semua pihak untuk mengambil langkah gencatan senjata.

Panglima Militer Israel Aviv Kochavi dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat pada bulan depan, untuk menggelar pertemuan dengan dengan menteri pertahanan, panglima militer, serta penasehat militer dan pejabat AS lainnya.

Menurut pengamat Israel, Kochavi akan membahas dampak agresi ke Gaza serta ancaman roket-roket yang akurat, serta membangun kekuatan bersama Israel – AS.

Radio Israel menyebutkan, Kochavi akan melaporkan sejumlah hasil spionase terkait nuklir Iran, dan capaian agresi Israel terakhir ke Gaza.

Disebutkan bahwa kunjungan ini seharusnya dilangsungkan bulan lalu, dalam rangkaian kunjungan petinggi militer Israel, namun agresi Israel ke Gaza membuat agenda kunjungan tertunda.

Sebelumnya Menlu AS Antony Blinken melakukan kunjungan ke kawasan, mencakup Israel, Tepi Barat, Mesir dan Yordania, dalam upaya mengokohkan gencatan senjata antara Israel dan faksi-faksi Palestina, dan menggalang donasi untuk rekonstruksi Gaza.

Blinken menegaskan dalam kunjungannya untuk meredam kemungkinan terjadinya agresi susulan dan kedua pihak sepakat untuk mempertahankan gencatan senjata.

Agresi militer Israel ke Gaza medio 10 -21 Mei 2021, telah menyebabkan gugurnya 255 warga Palestina, termasuk 66 anak dan 36 wanita, akibat gempuran udara dan bombardi militer Israel ke Gaza.(T/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)