Penyebaran COVID-19 Sudan Sudah Masuk di 15 Provinsi

Khartoum, MINA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional, Kementrian Kesehatan Sudan, menyampaikan perkembangan terkini COVID-19 per 7 Mei 2020.

Bertambah  78  orang  yang dinyatakan  Positif COVID-19 sehingga keseluruhan secara nasional berjumlah 930 orang, terdapat di 15 provinsi dari 18 provinsi di Sudan.

Sementara itu, korban yang meninggal sebanyak 52 orang,  sembuh 92 orang, demikian keterangan pers dari Data Center Penanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan Sudan di Ibu Kota Khartoum.

Penyebaran Covid-19 di seluruh Sudan sampai saat ini mencapai 15  provinsi, dengan grafik penyebaran terbanyak di Khartoum , Gezira, Kordofan Utara, Qadarif dan  Sennar

Dari grafik penyebaran Covid-19 secara nasional Kementerian Kesehatan  Sudan, tercatat hingga saat ini cukup signifikan, di mana Provinsi Khartoum  tercatat  sebagai kasus terbanyak secara nasional, di mana ada penambahan kasus baru positif sebanyak 55 orang, dari jumlah keseluruhan 794 orang,

Sedangkan Provinsi  Gezira menduduki peringkat kedua dengan enam kasus baru sehingga total  39  orang, sementara Kordofan Utara  menduduki tercatat saty kasus positif  baru dengan total 24 orang,

Provinsi lainnya yang telah lebih dulu terpapar di antaranya, Sinnar (20). Kordofan Barat (4), River Nile (5), Qadarif (21), sedangkan, Provinsi  White Nile (2 ), Laut  Merah (1 ), Darfur Selatan (5), Darfur Tengah (1), Darfur Timur (2), Darfur Utara (4) Darfur Barat (2) dan Syimaliyah Sudan (Donggola) (6),

Hingga saat ini ada tiga provinsi yang belum terjangkiti. “Ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Menteri Kesehatan Republik Sudan, Akram Ali Toum pada (01/05)

Lebih lanjut menteri dalam konferensi Perss beberapa hari lalu (5/5) menegaskan bahwa “Kami memprediksi jika aturan karantina wilayah tidak dilakukan secara disiplin oleh seluruh elemen warga maka angka positif covid-19 akan mencapai 1.000 orang per hari Jumat ini. La samahallah”

“Kami mempertimbangkan untuk memperpanjang aturan karantina wilayah jika kondisi mengharuskan demikian,” tuturnya.

Komoditas Obat-oabatan adalah komoditas strategis dan menjadi prioritas utama pemerintah transisi. Harapannya kami menggratiskan obat-obatan bagi rakyat Sudan serta bisa menjadi produsen obat-obat yang mampu mencukupi kebutuhan domestik bahkan menjadi pengekspor utama ke negara-negara di Benua  Afrika

Menurut menteri, fokus utama kami pada komoditas strategis obat-obatan adalah menyangkut ketersediaan obat, kualitas, harga, sehingga komoditas strategis ini bisa menjangkau seluruh rakyat Sudan tanpa terkecuali

Dalam masa pandemi covid-19 ini pemerintah bahkan telah melakukan banyak kebijakan demi ketersediaan obat-obatan di pasaran dan mendukung eksistensi produsen lokal agar tidak gulung tikar. Diantaranya dengan menghapuskan pajak obat-obatan

Kami mengajak seluruh produsen obat-obatan lokal agar bergotong royong dalam mensukseskan visi negara tersebut dan khususnya dalam masa pandemi ini agar melakukan upaya-upaya demi ketersediaan obat-obatan di pasaran dan dengan harga yang wajar.

Sebelumnya Ali Toum mengungkapkan persediaan obat penanganan Covid-19 yang dimiliki pemerintah di Ibu kota Khartoum dan di Provinsi  lainnya semakin menipis, bahkan ada beberapa obat-obatan esensial telah habis.

Pemerintah Sudan telah mengeluarkan keputusan menerapkan lockdown total di seluruh Khartoum, sejak Sabtu (18/4) selama tiga pekan.

Di Khartoum diberlakukan waktu jeda 7 jam untuk warga membeli kebutuhan pokok harian, dari pukul 06:00 pagi hingga 13:00 siang setiap harinya.

Hingga Kamis sore (7/5), Kementerian Kesehatan Sudan mengumumkan data terkini Covid-19, sudah 92 orang dinyatakan sembuh, 52 lainnya wafat, sementara yang dinyatakan positif  930 orang.(L/B02/P1

Mi’raj News Agency (MINA)