OJK Dorong Inklusi Keuangan Bagi Masyarakat Desa Melalui Keuangan Syariah

Depok, 26 Rajab 1438/ 23 April 2017 (MINA) – Deputi Direktur Pengembangan Produk dan Edukasi Departemen Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Setiawan Budi Utomo mengatakan, OJK ikut berperan dalam mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat desa yaitu melalui keuangan syariah.

“Kami akan mengatur, menjaga, dan melindungi dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar bisa menyelamatkan masyarakat desa dari rentenir dan transaksi yang tidak jelas,” katanya dalam acara Gebyar Ekonomi Syariah 11 “Indonesia Mandiri” Seminar Nasional di Gedung Pusdiklat Depdiknas Kemendikbud, Depok, Ahad (23/4).

Lembaga Mikro Syariah memiliki sistem berupa menjalankan kegiatan usaha dengan prinsip imbal hasil pembiayaan, wajib membentuk dewan pengawas syariah, merujuk pada fatwa syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lainnya, melakukan pengolaan dana sosial berupa zakat, infaq, dan shadaqoh, Lembaga Kegiatan Masyarakat (LKM) yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah wajib menggunakan akal yang sesuai dengan prinsip Syariah, menempatkan kelebihan dana dalam bentuk tabungan, deposito, berjangka atau sertifikat hanya pada bank umum syariah, unit usaha syariah atau bank pembiayaan rakyat Syariah.

Adapun arah pengembangan sektor keuangan syariah Indonesia yaitu Kestabilan, di mana OJK menjaga stabilitas sistem keuangan termasuk mengatur serta mengawasi implementasi prinsip-prinsip Syariah pada lembaga keuangan Syariah sebagai landasan bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Lalu, kontributif, mendorong Sektor Jasa Keuangan (SJK) Syariah berkontribusi lebih besar dalam mendukung percepatan ekonomi nasional khususnya dalam pembiayaan sektor prioritas pemerintah (infrastruktur, ketahanan pangan, dan maritim).

Kemudian, inklusif, mendukung uapaya peningkatan pemerataan kesejahteraan masyarakat serta mengatasi ketimpangan dalam pembangunan nasional.

“Maka dari itu kami sangat membutuhkan lulusan-lulusan terbaik untuk meneruskan pengembangan ini agar lebih baik dan memiliki nilai Islam yang kuat dalam pembangunannya,” ungkapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Perdesaan Bappenas Drs. Sumedi Andono Mulyo, Direktur Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa Dr. Ir. Conrad Hendrarto, Perwakilan Badan Zakat Nasional (BAZNAS) Muhsinun Fauzi, Wakil Ketua IV Bidang Sosial Fund Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI Endang Ahmad Yani, dan Ketua STEI SEBI Sigit Pramono. (L/R12/B05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)