Perancis: Hentikan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Rugikan Konsorsium Tiga Negara

Paris, MINA – Pemerintah Perancis mengkritik keras langkah Jerman menghentikan proyek-proyek militer bersama setelah adanya larangan penjualan senjata ke Arab Saudi yang merugikan tiga negara yang bekerjasama memproduksi persenjataan itu yakni Perancis, Inggris dan Jerman.

Jerman menerapkan larangan sementara penjualan senjata ke Arab Saudi hingga akhir Maret menyusul pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, Oktober lalu, di dalam Konsulat Istanbul Kerajaan.

Perancis dan mitra Eropa lainnya mulai gelisah karena pesanan Saudi senilai USD13,18 miliar untuk 48 jet tempur dipertaruhkan, Demikian Anadolu Agency melaporkan dikutip MINA, Selasa (27/3).

Meskipun proyek ini dipimpin oleh BAE Systems, perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan Inggris, Jerman memproduksi sepertiga dari keseluruhan komponen pesawat.

Takut kehilangan kontrak pertahanannya, Prancis mengkritik sikap Jerman atas pembunuhan Khashoggi, sebuah pelanggaran hak asasi manusia berat yang dikutuk oleh komunitas internasional.

Pada Senin, Duta Besar Perancis untuk Jerman Anne-Marie Descotes memperingatkan Berlin soal politisasi penjualan senjata yang mungkin membahayakan usaha patungan jet, drone, dan tank mereka.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Akademi Federal untuk Kebijakan Keamanan militer Jerman, Descotes mengatakan sikap Jerman menyebabkan banyak perusahaan mulai mengembangkan senjata tanpa masukan dari Jerman.

Pernyataan Descotes itu mendapat sorotan sebagai salah satu kritik paling keras terhadap sikap Jerman oleh seorang pejabat Prancis. (T/R03/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)