PERBANKAN SYARIAH DI KANADA BERKEMBANG PESAT

syariahToronto, Kanada, 8 Rabiul Awwal 1436/30 Desember 2014 (MINA) – Associate Professor University of Toronto’s Rotman School of Management, Walid Hejazi, mengatakan minat akan perbankan syariah di Kanada mulai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. “Dengan dukungan pemerintah, minat terhadap keuangan syariah akan tumbuh,” kata Hejazi dikutip dari vancouver sun, Selasa

Menurutnya, banyak Muslim Kanada yang mencari produk bank syariah untuk memenuhi kebutuhannya. “Mereka menginginkan pembiayaan kepemilikan rumah yang tidak mengacu pada sistem konvensional dengan bunga, tetapi lebih kepada kemitraan,” katanya. (Baca Juga: Kanada Siapkan Panduan Halal, Eksportir Malaysia Diminta Menyesuaikan), seperti dilaporkan mysharing yang dikutip Mi`rja Islamic News Agency (MINA), Selasa.

Ia mengatakan, industri perbankan syariah meraih momentum di Kanada. Usai krisis keuangan global yang menghantam lembaga keuangan Amerika Serikat pada 2008, industri keuangan syariah mulai mendapat tempat di Kanada.

Hejazi menambahkan industri perbankan syariah di Kanada harus terus dikembangkan agar mampu menarik investasi dari negara-negara Teluk. “Dengan membuka diri kepada keuangan syariah, Kanada akan mampu menarik modal syariah dalam jumlah besar untuk sektor energi dan sumber daya alamnya dalam basis win-win solution,” ujar Hejazi.

Direktur Komunitas Muslim Vancouver, Luay Kawasme, menuturkan karakteristik keuangan syariah yang tak terkait dengan bunga dan berbasis pada kemitraan telah mampu menarik minat umat muslim Kanada. “Saya pikir banyak muslim di Vancouver sangat tertarik dengan bank syariah. Secara umum, saya merasa itu ide yang bagus,” pungkasnya. Baca: Perusahaan Kanada Minati Investasi Syariah

Di sisi lain, Hejazi menambahkan permintaan akan layanan perbankan syariah meningkat juga karena bergesernya demografi agama di Kanada. Umat muslim di Toronto tercatat sebesar tujuh persen dan di Vancouver lima persen. Jumlah penduduk  muslim Kanada diproyeksikan mencapai lebih dari 2,7 juta jiwa pada 2030 mendatang. (T/Po10/P2)

 

Mi`raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0