Perguruan Tinggi Lahirkan 1.600 Invensi dan Inovasi Selama Pandemi

Jakarta, MINA – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan, selama pandemi aspek penelitian terjadi sangat pesat hingga 1.600 invensi dan inovasi lahir dari perguruan tinggi.

“Ada lebih dari 1.600 lebih invensi dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi selama masa pandemi. Pengabdian masyarakat juga tidak pernah surut meski di tengah pandemi, dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dilakukan banyak kampus, Kampus Mengajar Perintis yang batch pertamanya baru kami tarik, Mahasiswa Mengajar dari Rumah untuk membantu adik-adik SD dan SMP melakukan Belajar dari Rumah (BDR), semuanya sudah berjalan baik dengan semangat kerelawanan dan gotong royong yang luar biasa,” kata Nizam saat kegiatan “Capaian Kinerja, Anugerah Dikti Tahun 2020 serta Proyeksi Kinerja Tahun 2021” secara daring, Rabu malam (23/12).

Ia juga menyebut, relawan nasional untuk mitigasi pandemi Covid-19, melalui Relawan Covid-19 Nasional (RECON), dimana belasan ribu mahasiswa bidang kesehatan bergerak membantu pemerintah daerah dan masyarakat menangani Covid-19 lewat komunikasi, informasi, dan edukasi.

Selain itu, layanan pendidikan tinggi pun tetap berjalan di masa pandemi, seperti layanan kenaikan pangkat, perubahan dan pengusulan program studi baru, penggabungan perguruan tinggi, layanan-layanan untuk kelulusan mahasiswa, layanan akreditasi, serta layanan lainnya.

“Selama tahun 2020 ini, sekitar 15 ribu usulan kenaikan pangkat sudah diproses dan banyak yang sudah naik pangkat. Layanan-layanan lainnya pun terus berjalan dengan segala keterbatasan dan semuanya beralih kepada teknologi informasi,” jelasnya.

Nizam juga mengapresiasi sekitar 95 persen perguruan tinggi yang telah memperbaharui basis data masing-masing di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). Meskipun begitu, ia mengingatkan sejumlah perguruan tinggi yang pembaharuan datanya masih di bawah 70 persen untuk segera menyelesaikannya.

“Kami imbau, karena data adalah dasar utama kami membuat kebijakan perencanaan dan pengembangan ke depan,” pinta Nizam.

Nizam juga memastikan bahwa pembelajaran tetap berjalan baik dengan segala keterbatasannya. Salah satu bantuan finansial yang dilakukan Kemendikbud melalui Ditjen Dikti adalah keringanan Bantuan Uang Kuliah bagi mahasiswa yang terkendala masalah ekonomi.

“Lebih dari 430 ribu mahasiswa mendapat Bantuan Uang Kuliah, di samping Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Bidikmisi yang jumlahnya juga sekitar 400 ribu,” tambah Nizam.

Selain itu, bantuan kuota internet kepada lima juta mahasiswa untuk pembelajaran pendidikan tinggi pun merupakan salah satu respon cepat Kemendikbud di tengah pandemi yang masih melanda Indonesia. (R/R5/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)