Perkembangan Covid-19 Jakarta 18 Januari 2021: 204.711 Orang Sembuh

Jakarta, MINA  –  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, penambahan sembuh dari positif Covid-19 di Jakarta per 18 Januari sebanyak 2.804 orang, sehingga secara total kasus sembuh sebnyak 204.711 orang dengan tingkat kesembuhan 89,1 persen.

Sedangkan, jumlah kasus kKonfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 229.726 kasus.

Total 3.815 orang meninggal dunia, setelah penambahan 36 orang tingkat kematian 1,7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,9 persen.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 479 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 21.200 (orang yang masih dirawat/ isolasi), demikian keterangan yang diterima MINA.

Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi / perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.

Dwi mengatakan, telah dilakukan tes PCR sebanyak 11.791 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.012 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.361 positif dan 7.651 negatif.

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 225.910. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 108.681,” ucapnya.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 17,9 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 9,6 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan COVID-19. Berdasarkan data terakhir pada 10 Januari, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 101 RS rujukan. Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 7.548, persentase keterisiannya sebesar 86 persen dengan total pasien isolasi sebanyak 6.501 orang. Sedangkan, untuk tempat tidur ICU sejumlah 995, persentase keterisiannya sebesar 85 persen dengan total pasien ICU sebanyak 849 orang.

Pada penerapan kembali PSBB masa Transisi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta hingga 17 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, telah dilakukan penertiban dengan rincian sebagai berikut:
A. PERORANGAN (Tidak Memakai Masker)
– Kerja Sosial = 993
– Denda = 40
– Jumlah = 1033

B. RESTORAN / RUMAH MAKAN
– Denda = 0
– Penghentian Sementara Kegiatan = 10
– Pembubaran dan Teguran Tertulis = 42
– Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0
– Tidak di Temukan Pelanggaran = 193
– Jumlah = 245

C. PERKANTORAN, TEMPAT USAHA, TEMPAT INDUSTRI
– Denda = 0
– Penghentian Sementara Kegiatan 3×24 Jam = 0
– Teguran Tertulis = 4
– Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0
– Tidak di Temukan Pelanggaran = 50
– Jumlah = 54

• NILAI DENDA
– Perorangan = Rp 6.100.000
– Tempat Usaha Makan Minum/Restoran/rumah Makan = Rp –
– Tempat Kerja / Kantor/Tempat Industri = Rp –
– Jumlah = Rp 6.100.000

(R/R8/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)