Perkembangan Covid-19 Jakarta, Tingkat Kesembuahan 91,9 Persen Per 18 November

Jakarta, MINA  –  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perkembangan Covid-19 pada Rabu (18/11) sebanyak 121.818 kasus.

Dwi menjelaskan, dari jumlah tersebut, total orang dinyatakan sembuh sebanyak 111.948 pasien, setelah penambahan 852 orang dengan tingkat kesembuhan 91,9 persen, demikian keterangan yang diterima MINA.

Sementara untuk kasus meninggal dunia total sebanya 2.470 orang dengan penambahan 11 orang, tingkat kematian 2%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.

Ia mengatakan, adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 284 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.400 (orang yang masih dirawat / isolasi).

Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi / perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.

Dwi menyatakan, dilakukan tes PCR sebanyak 9.527 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 7.717 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 870 positif dan 6.847 negatif.

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 136.994. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 57.882,” paparnya.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,4 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,4 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen.

Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari:

Pertama. Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.

Kedua. Selalu jalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5 – 2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.

Ketiga. Seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50 persen dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Keempat. Saling mengingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. (R/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)