Baghdad, MINA – Kelompok Perlawanan Islam Irak telah melancarkan dua serangan terpisah terhadap sasaran Israel di Dataran Tinggi Golan Suriah dan Irak utara.
Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (28/12), kelompok tersebut mengumumkan mereka melakukan operasi terhadap target “penting” di selatan pemukiman “Eliad” di Golan yang diduduki Israel.
Beberapa laporan menyebutkan pangkalan drone Israel menjadi sasaran serangan tersebut, demikian Press Tv melaporkan.
Kelompok Perlawanan tersebut, yang merupakan pejuang anti-teror, mengatakan bahwa mereka melakukan serangan dengan menggunakan “senjata yang sesuai” untuk mendukung perjuangan perlawanan Palestina Jalur Gaza yang telah mengalami perang genosida Zionis Israel yang tak henti-hentinya selama 82 hari.
Baca Juga: Presiden Palestina Ucapkan Selamat Idul Fitri kepada Warganya Serta Negara-Negara Arab dan Islam
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa “drone kamikaze” telah menghantam sebuah bangunan yang terletak di Golan selatan.
Channel 12 Israel mengklaim bahwa jika dipastikan bahwa operasi drone tersebut berasal dari Suriah, maka ini akan menjadi pertama kalinya sejak awal perang Gaza serangan itu terjadi.
Kelompok Irak juga mengatakan pihaknya menargetkan “pusat teknis dan mata-mata” milik rezim Israel di timur laut kota Erbil, Ibukota wilayah Kurdistan di Irak utara.
Kelompok anti-teror Irak telah menyerang sasaran milik rezim Israel dan Amerika Serikat sejak 7 Oktober, ketika Tel Aviv memulai perang di Gaza dengan dukungan militer dan politik yang tak tergoyahkan dari Washington.
Baca Juga: Mufti Besar Palestina: Idul Fitri Ahad 30 Maret
Sasaran Israel termasuk pelabuhan Eilat yang terletak di bagian paling selatan wilayah pendudukan Palestina dan ladang gas Karish di Laut Mediterania.
Sejak dimulainya perang Israel di Gaza, perlawanan Irak telah melakukan lebih dari 100 operasi melawan pasukan pendudukan Amerika di wilayah tersebut. (T/R4/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Anggota Parlemen Lebanon Kutuk Serangan Israel, Tegaskan Posisi Perlawanan