Pernyataan MAPIM atas Sikap MBS terhadap China

Kuala Lumpur, MINA – Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) mengeluarkan sikap pernyataannya atas sikap yang diambil Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) yang mengatakan, mendukung hak China untuk melakukan tindakan “anti-terorisme” dan “de-ekstremisme”.

Menurut media pemerintah China, Arab Saudi menghormati dan mendukung hak China untuk melindungi keamanannya sendiri dan langkah-langkah anti-terorisme dan deradikalisasi, dalam komentar para aktivis hal itu dicerca sebagai pembelaan terhadap tindakan China terhadap minoritas Muslim Uighur.

Berikut isi pernyataan MAPIM yang diterima MINA pada Ahad (24/2), Presiden MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid mengatakan, dengan tegas MAPIM mengutuk dan kecewa atas sikap Saudi yang diungkapkan oleh putra Salman atas dukungan China yang menindas etnis Uighur dan minoritas Muslim di negara itu.

“Pernyataannya bahwa China pantas menahan etnis Uighur untuk memberantas ekstremisme adalah kenyataan yang tidak dapat diterima. Jelas, putra Salman tidak memiliki perasaan apa pun tentang penderitaan Muslim yang tertindas di China,” tulis Azmi dalam pernyataannya.

Menurutnya, pertahanan Uighur terhadap kemunculan bangsa ini tampaknya dihilangkan dari keprihatinan Saudi dan tidak serta merta melambangkan pemerintah yang bertanggung jawab atas para pelaku Muslim yang tersiksa di dunia.

Sementara OKI tahun 2015 mengeluarkan pernyataan yang sangat memperhatikan nasib umat Islam Uighur yang tidak diizinkan mempraktikkan rukun Islam termasuk bulan puasa Ramadhan.

“Saudi tampaknya tidak bisa lagi diharapkan untuk memperhatikan nasib kaum Muslim yang tertindas, tetapi sebaliknya telah membujuk untuk berkonspirasi dengan musuh-musuh Islam di seluruh dunia,” jelasnya.

Azmi mengatakan, sangat memalukan dan harus dikutuk sikap Saudi yang belakangan ini sudah  menjadi musuh kepada umat Islam dalam isu memerangi Yaman, bersekongkol dengan AS untuk menjalin hubungan dengan Israel dan menekan Qatar.

Ia menambahkan, sekarang Saudi bersedia mengesampingkan nasib etnis Uighur yang jelas-jelas dizalimi, tetapi Saudi memberikan prioritas untuk mengamankan miliaran dolar dalam perdagangan dengan China. (R/Ais/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)