Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PERNYATAAN MILITER AL-QASSAM 20 AGUSTUS 2014

Abu Al Ghazi - Kamis, 21 Agustus 2014 - 05:45 WIB

Kamis, 21 Agustus 2014 - 05:45 WIB

4010 Views ㅤ

Abu Ubaida, Juru Bicara Brigade Izzuddin Al Qassam, dalam pernyataan militernya pada hari ke 45 agresi Israel ke Gaza, 20 agustus 2014. foto : Mirajnews.com

Abu Ubaida, Juru Bicara Brigade Izzuddin Al Qassam, dalam pernyataan militernya pada hari ke 45 agresi Israel ke Gaza, 20 agustus 2014. foto : Mirajnews.com

Abu Ubayda, Juru Bicara Brigade Izzuddin Al-Qassam, dalam pernyataan militernya pada hari ke-45 agresi Israel ke Gaza, 20 agustus 2014. (Foto: Mirajnews.com)

*) Laporan Khusus Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) langsung dari Jalur Gaza

Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas mengeluarkan pernyataan militer pada Rabu (20/8) malam Waktu Gaza.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Abu Ubaidah, juru bicara Al-Qassam, mereka menyatakan kegagalan-kegagalan Zionis Israel dalam 25 tahun terkahir.

Al-Qassam juga memperingatkan agar pada Kamis (21/8) mulai pukul 06.00 pagi waktu setempat, perusahanan penerbangan internasional menghentikan kegiatannya di Bandara Internasional Ben Gurion.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Meningkatkan Ibadah Paska Bulan Ramadhan

Berikut pernyataan militer Brigade Izzuddin Al-Qassam yang diterjemahkan oleh Abu Muslim, Koresponden Kantor Berita Islam Mi’raj (Mi’raj Islamic News Agency-MINA):

Pernyataan Militer Brigade Al-Syahid Izzuddin Al-Qassam

Wahai rakyat kami para ahli ribath (berjaga di perbatasan) yang tegar, wahai umat Islam dan seluruh alam.

Musuh kita Zionis Israel telah berdusta dan berkhianat, kebohongan, dan pengkhianatan adalah warisan mereka turun temurun. Maka, kemarin mereka telah melanggar gencatan senjata dan melakukan kejahatan biadab melalui serangkaian serangan udara dan aksi bombardirnya. Salah satu yang terbesar adalah serangan terhadap rumah milik keluarga Al-Dalwu di Desa Syaikh Ridwan dengan menggunakan beberapa rudal yang penuh kebencian dan pengkhianatan.

Baca Juga: Khutbah Idul Fitri 1446 H: Peradaban Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin untuk Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina

Dan saat itu, para petinggi musuh sedang menanti penuh harapan di kantor-kantor dan layar televisi mereka di mana para intelijen dan anggota keamanan mereka mengemis dan mengharapkan pesta kemenangan.

Pertama kami katakan: kalian sangat mengecewakan dan harapan kalian telah hilang. Semakin hari semakin tampak bahwa kalian adalah gerombolan orang-orang gagal. Setelah 45 hari sejak dimulainya pertempuran dengan segala aksi intelijen kalian, kalian hanya mampu membunuh wanita dan anak-anak.

Kalian terlalu pecundang dan lemah untuk menemukan komandan utama Al-Qassam “Abu Khalid Muhammad Al-Dhaif”. Abu Khalid yang telah mempecundangi kalian dalam lebih dari seperempat abad terakhir dan telah memperlihatkan secara jelas kegagalan dan kelemahan kalian sejelas matahari di tengah hari.

Abu Khalid Al -Dhaif yang sejak dimulainya Intifadhah pertama sampai bertahun-tahun lamanya hingga kini menjadi orang yang paling kalian cari. Hingga saat ini masih terus menyaksikan berbagai kegagalan dan kelemahan serta kenyataan bahwa kalian hanyalah sebuah kebohongan yang besar.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Ramadhan, Persatuan Umat dan Pembebasan Al-Aqsa

Maka apakah Abu Khalid Ad-Dhaif atau para petinggi lainnya berada di dalam di kediaman keluarga Al-Lauh hari ini? atau di toko sayuran di Desa Zaitun yang kalian bom hari ini?

Abu Khalid Al-Dhaif yang memulai segalanya dari batu kemudian berpindah ke senjata, kemudian aksi bom syahid sampai kepada roket-roket Brigade Izzudin Al-Qassam. Sosok yang telah memaksa kalian masuk ke bunker-bunker seperti gerombolan tikus-tikus menjijikan.

Brigade Izzuddin Al-Qassam menjajikan bahwa Muhammad Al-Dhaif dengan izin Allah akan memimpin pasukan yang akan menembus pelataran Masjid Al-Aqsha dan membebaskannya sehingga kami bisa membersihkan seluruh tanah kami dari kotornya para penjajah.

Pihak penjajah harus tahu bahwa Abu Khalid Muhammad Al-Dhaif dan di belakangnya Brigade Al-Qassam, dan gerakan-gerakan perlawanan lainnya, mereka dengan takdir Allah yang akan mendengar kalian menerima adzab yang pedih.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Menyambut Idul Fitri dengan Mensyukuri Nikmat Ibadah Bulan Ramadhan

Wahai warga dan umat Islam di seluruh dunia,

Kejahatan para penjajah yang memfitnah para pejuang telah melancarkan roket telah mereka jadikan alasan untuk membenarkan mereka melakukan serangan dan melanggar gencatan senjata, dan mereka mengira bahwa mereka berhasil mendapat buruan yang berharga.

Untuk mencatat gambar kemenangan dan akhir dari pertempuran di mana tarian syaitan yang dinamakan dengan “perundingan” di Kairo, dan kami telah tentukan sikap kami terhadap perundingan sejak masa-masa awal.

Kami saat itu yakin bahwa perundingan tidak akan menghasilkan apa pun yang diinginkan oleh rakyat kami, serta tidak sesuai dengan pengorbanan rakyat dan keluarga kami. meski pun demikian kami telah memberikan para pimpinan politik gerakan dan rakyat kami waktu yang lebih lama dari yang seharusnya untuk berusaha mendapatkan kesepakatan penghentian serangan, pengangkatan blokade dan rehabilitasi bangunan.

Baca Juga: Khutbah Jumat : Perkuat Perjuangan Pembebasan Al-Aqsa di Bulan Ramadhan

Dan setelah perundingan “mainan” dalam pekan yang panjang, setelah kejahatan Zionis Israel, kami katakan bahwa perundingan ini telah mati bersamaan dengan dimakamkannya seorang anak Al-Syahid Ali Muhammad Al-Dhaif.

Untuk itu, delegasi Palestina di Kairo agar segera menarik diri dari Kairo dan jangan kembali  lagi ke perundingan ini. Maka sejak hari ini jangan kembali lagi ke jalan ini, karena secara pasti jalan ini tidak akan memuliakan kita.

Dan kami ingin menegaskan bahwa Zionis telah melewatkan kesempatan emas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, dengan membayar lebih rendah karena hari ini mereka harus membayar setiap kejahatan dan kegagalannya.

Setelah kami berikan waktu yang lebih untuk melakukan perundingan gencatan senjata serta kegagalan intelijen musuh dalam usaha pembunuhan komandan utama Al-Qassam maka kami mengumumkan hal-hal berikut:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Keutamaan I’tikaf di Sepuluh Hari Akhir Bulan Ramadhan  

  1. Kami peringatkan perusahaan penerbangan internasional agar tidak melakukan pendaratan di Bandara Internasional Ben Gurion, dan sebaiknya kalian menghentikan perjalanan dari mau pun menuju bandara tersebut dimulai pukul 6 pagi hari Kamis besok bertepatan dengan 21 Agustus 2014.
  1. Tidak boleh ada keramaian dan kumpulan warga  di jarak yang bisa ditempuh oleh roket-roket Al-Qassam terutama kerumunan massa di stadion-stadion sepak bola dan tempat-tempat terbuka lainnya.
  1. Dilarang bagi warga Israel yang berdomisili di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Jalur Gaza untuk kembali ke rumah-rumah mereka dan barang siapa yang masih berada di wilayah tersebut agar segera masuk ke tempat-tempat pengungsian.
  1. Hal-hal yang kami sebutkan di atas akan terus berlaku sampai adanya pernyataan resmi selanjutnya dari komandan utama Brigade Izzuddin Al-Qassam, Muhammad Al-Dhaif. dan bagi seluruh warga Palestina agar berhati-hati terhadap pernyataan dan janji-janji apa pun dari para petinggi Zionis Israel yang dalam hal ini tidak bertanggung jawab dan tidak memperhitungkan kepentingan serta keamanan pribadi mereka.
  1. Untuk para penjajah dan seluruh masyarakat internasional agar memahami hakikat dari permintaan yang diajukan oleh rakyat Palestina, karena semua yang kita inginkan hanyalah agar Israel meninggalkan tanah kami, membiarkan susu anak-anak kami dan bahan bakar kami, akan tetapi mereka malah bersikeras terus berusaha menghukum kami, mencekik dan membiarkan kami bernafas kapan pun mereka mau namun setelah hari ini kami tidak akan biarkan hal itu terus terjadi dengan Izin Allah.

Sungguh dalam jihad hanya ada kemenangan atau syahid.

Brigade Izzuddin Al-Qassam – Palestina.

Rabu, 24 Syawwal 1435/20 Agustus 2014.

(L/K01/K02/P02)

Baca Juga: Khutbah Jum’at: Istiqamah Beramal Hingga Akhir Ramadhan

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina
Palestina
Palestina