Pernyataan Presiden Jokowi Soal Lock-Down Antisipasi Covid-19

Bogor, MINA – Presiden Joko Widodo pada Ahad (15/3) menyampaikan pernyataan terkait langkah-langkah pemerintah dalam menangani penyebaran virus corona. Ia juga menyinggung soal pemberlakuan isolasi atau lock-down.

“Kita melihat, beberapa negara ada yang melakukan lock-down dengan segala konsekuensi yang menyertainya. Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lock-down, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran Covid-19,” kata Presiden dalam pernyataan persnya di Istana Bogor, Jawa Barat.

Presiden menyebut, pemerintah terus berkomunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mempergunakan Protokol Kesehatan WHO, serta berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran Covid-19.

Hingga Sabtu (14/3) jumlah pasien positif virus corona di Indonesia yang sudah dikonfirmasi 96 orang. Kasus itu dilaporkan berasal dari Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Yogyakarta, Bali, Manado, dan Pontianak.

Sejak mengumumkan adanya kasus Covid-19 di awal bulan ini, Presiden telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dan kementerian terkait untuk meningkatkan langkah-langkah ekstra dalam menangani pandemik global itu.

Presiden juga memerintahkan kepada seluruh Gubernur dan Bupati serta Walikota untuk terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi.

Mereka juga harus terus berkonsultasi dengan BNPB untuk menentukan status daerahnya siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam.

Sementara itu, Pemerintah juga membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa serta sebagian aparat sipil negara bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi online, dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang.

“Saya sudah perintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien,” kata Presiden.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia, saya minta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita stop,” tambahnya. (R/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)