Pernyataan Sikap Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

Area kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Palestina.(Foto: MEMO)

 

Jakarta, MINA – Berkenaan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem (Kota Al-Quds), dengan ini Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataan sebagai berikut sebagai berikut:

1. Bahwa pernyataan tersebut mengandung pengakuan bahwa Yerusalem adalah Ibukota Israel, sementara sampai detik ini Yerusalem terutama Yerusalem Timur masih berada di bawah perlindungan Hukum Internasional dan bukan merupakan bagian dari Israel. Dengan demikian rencana Presiden Amerika Serikat itu menyalahi Hukum Internasional dan dapat merusak usaha perdamaian yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

2. Dengan nyata-nyatanya rencana tersebut sebagai pelanggaran terhadap Hukum Internasional maka Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mengimbau agar seluruh warga dunia menolaknya dan bersama-sama melindungi Yerusalem dari kekuatan imperialisme yang memaksakan kehendak untuk menguasai sepenuhnya tanah suci tersebut secara ilegal.

3. Mengimbau kepada dunia Islam terutama negara-negara Arab untuk tidak sekali-kali melepaskan fokus perhatian dari keselamatan Yerusalem dan terus berusaha melindunginya serta mewujudkan perdamaian yang sejati di Yerusalem dan Palestina serta kawasan Timur Tengah seluruhnya.

4. Menyerukan kepada kaum muslimin di seluruh dunia untuk menghadapi masalah ini dengan serius karena Yerusalem merupakan tempat di mana Masjid Al-Aqsha berada yang menjadi kewajiban seluruh muslimin untuk melindunginya. Untuk itu kaum muslimin harus berusaha bersatu padu menggalang kekuatan bersama sesuai tuntunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menghindarkan diri dari kelalaian yang dapat menyebabkan datangnya fitnah dan kerusakan di muka bumi yang lebih besar.

5. Menghargai dan mendukung Pemerintah Republik Indonesia dan negara-negara yang terus konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina termasuk dalam melindungi Yerusalem dari setiap bentuk kezaliman dan penjajahan yang bertentangan dengan perikemanusian dan perikeadilan.

6. Mendoakan semoga Allah Ta’ala melindungi Yerusalem, Masjid Al-Aqsha, umat Islam dan seluruh hamba-hamba-Nya dari kezaliman yang bertentangan dengan ajaran Islam yang mengharuskan mewujudkan kedamaian di alam semesta.

الحمد لله، إيّاك نعبد وإيّاك نستعين. الله اكبر ولله الحمد

Bogor, 18 Rabiul Awwal 1439 H./7 Desember 2017 M.

Imaam

 

Yakhsyallah Mansur

 

(R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)