Lampung, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Abdul Syukur M.Ag, mengatakan bahwa persatuan umat dan kehidupan berjama’ah merupakan bagian dari nilai ibadah yang berkelanjutan (sustainability), sehingga penting untuk terus ditumbuhkan melalui semangat berjamaah.
Menurutnya, berjamaah tidak hanya bermakna kebersamaan dalam ibadah, tetapi juga mengandung makna mendalam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dengan berjamaah, lahir persatuan yang utuh yang menjadi landasan dalam memakmurkan negara dan menyejahterakan rakyat.
“Persatuan dalam berjamaah merupakan nilai penting yang telah dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sejak lama. Hal ini menjadi teladan bagaimana umat dapat membangun kesejahteraan bersama dengan landasan persatuan,” ujarnya dalam penyampaiannya di Tabligh Akbar Gabungan Wilayah Lampung dan Sumatera Selatan di Masjid Na-Nubuwwah, Natar, Lampung Selatan, Ahad (31/8) .
Prof. Abdul Syukur menambahkan, keberkahan suatu bangsa sangat ditentukan oleh sejauh mana umatnya mampu menjaga kebersamaan. Ia mengingatkan bahwa tantangan zaman modern tidak boleh mengikis nilai ukhuwah islamiyah yang menjadi kekuatan utama umat.
Baca Juga: Tabligh Akbar Lampung: Imaam Yakhsyallah Tegaskan Persatuan Umat Kunci Kemenangan
“Makmur dan sejahteranya sebuah bangsa lahir dari nilai persatuan umat yang terus dijaga. Rasulullah telah menanamkan prinsip itu sejak awal, sehingga menjadi warisan berharga bagi umat Islam sepanjang masa,” jelasnya.
MUI Lampung mendorong agar nilai persatuan ini dapat terus dihidupkan, tidak hanya dalam aspek ritual, melainkan juga dalam aspek sosial, ekonomi, dan pembangunan bangsa. Dengan demikian, keberlanjutan ibadah dalam arti luas dapat diwujudkan dalam kehidupan bernegara yang damai, makmur, dan berkeadilan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: KH Abul Hidayat: Perpecahan Umat Lebih Berbahaya dari Bencana Alam