Persis: Aneksasi Picu Perang Berkepanjangan

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP Persis, Yusuf Burhanuddin.(Foto: Persis)

Bandung, MINA – Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mengecam dan mengutuk keras tindakan Israel yang akan menganeksasi wilayah Tepi Barat di Palestina.

“Aneksasi Israel atas wilayah Palestina ini akan memutus harapan perdamaian dan solusi perdamaian kedua belah pihak. akan memicu perang berkelanjutan dan berkepanjangan,” kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP Persis, Yusuf Burhanuddin sebagaimana keterangan pers yang diterima MINA, Sabtu (27/6).

Dia mengatakan, masalah yang akan timbul akibat aneksasi ini akan melibatkan pihak-pihak di kawasan dan di luar kawasan. Karena aneksasi yang dilakukan Israel atas Tepi Barat adalah sikap pelanggaran hukum internasional.

Yusuf menyatakan, kalau tindakan Israel aneksasi Tepi Barat dibenarkan akan mengakibatkan konflik-konflik di dalam kawasan dan di luar kawasan, terutama konflik di negara-negara Arab.

Dia mengingatkan, aneksasi Israel terhadap Tepi Barat juga akan semakin membangkitkan perlawanan para Muslim militan di berbagai negara di Timur Tengah. “Sehingga mereka memperunyam konflik di dalam kawasan mereka,” ujar Yusuf.

Menurutnya, isu Palestina dan Israel sangat banyak mempengaruhi negara-negara terutama negara di kawasan Timur Tengah. Sehingga aneksasi Israel terhadap Tepi Barat akan memicu konflik di berbagai kawasan.

PP Persis juga mendukung Indonesia untuk terus kampanye menolak Israel aneksasi Tepi Barat. Maka pemerintah Indonesia harus lebih kuat lagi menyuarakan penolakan aneksasai ini. Sekalipun Indonesia tidak memiliki kekuatan yang kuat di mata internasional secara ekonomi, militer dan politik, tapi setidaknya ini akan menjadi suara-suara kemanusiaan untuk menjalin kekuatan opini bahwa dunia internasional menolak rencana Israel aneksasi wilayah Tepi Barat.

“Kami mendukung pemerintah Indonesia bersama negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk membawa persoalan Israel yang ingin menganeksasi Tepi Barat ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Dewan Keamanan PBB. Di Majelis Umum PBB banyak negara Muslim yang bergabung,” imbuhnya.

Sementara itu, Indonesia dan Kuwait di Dewan Keamanan PBB terus menerus menyuarakan penolakan terhadap rencana Israel menganeksasi Tepi Barat. Termasuk melobi Amerika Serikat (AS) agar tidak menyetujui tindakan konyol Israel ini.

Dia mengingatkan, Resolusi 1967 tetap bermasalah sampai hari ini, permukiman Yahudi yang jumlahnya 500 ribu di Tepi Barat belum mendapat pengakuan internasional. Jadi langkah-langkah sepihak Israel menganeksasi wilayah Tepi Barat akan memicu peperangan yang sangat besar terutama di kawasan.

“Karena itu kita benar-benar menyambut baik apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri agar terus menyuarakan (penolakan aneksasi) ini di negara-negara OKI untuk selanjutnya membawa persoalan ini ke PBB,” pungkasnya.(R/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)