Yogyakarta, 3 Dzulhijjah 1436/17 September 2015 (MINA) – Para perwakilan negara-negara ASEAN serta para akademisi berkumpul di Yogyakarta untuk mengikuti Lokakarya Regional mengenai Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang digelar Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Rabu (16/11).
Direktur Jend (Dirjen) Kerja Sama ASEAN, I Gusti Agung Wesaka Puja, menekankan kembali pentingnya TAC bagi perdamaian, persahabatan dan kerjasama di ASEAN.
Lokakarya dimaksudkan sebagai ajang diskusi dan tukar pikiran terkait berbagai aspek dari TAC sebagai perjanjian yang menjadi landasan kerja sama dan persahabatan di antara negara-negara di Asia Tenggara.
“Setelah adanya TAC wilayah Asia Tenggara telah menjadi salah satu wilayah yang paling stabil di seluruh dunia,” ujar Dirjen Puja.
Baca Juga: Pemerintahan Trump Lakukan PHK Massal di Departemen Pendidikan AS
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, perlu dipertahankan dan diupayakan untuk diterapkan pada wilayah yang lebih luas, demikian keterangan pers resmi Kementerian luar Negeri (Kemlu) melaporkan seperti diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (17/9).
Setidaknya ada tiga hal yang menjadi alasan keberhasilan TAC dalam menjaga stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Pertama, wilayah Asia Tenggara tetap menjadi wilayah yang damai dan stabil, di mana negara-negara anggota ASEAN menyelesaikan setiap permasalahan secara damai sesuai dengan prinsip-prinsip TAC.
Kedua, negara-negara ASEAN secara konsisten meningkatkan kerja sama di segala bidang, dan ketiga, TAC telah menjadi faktor utama dalam membentuk hubungan persahabatan di antara negara-negara ASEAN dan negara-negara non-ASEAN.
Pembicara dan moderator pada lokakarya ini berasal dari perwakilan negara-negara ASEAN dan akademisi/universitas di Indonesia.
Baca Juga: Negara-Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Tercepat di Dunia
TAC merupakan dokumen perjanjian di antara negara-negara di Asia Tenggara yang ditandatangani pada tahun 1976. Perjanjian tersebut bertujuan “untuk mempromosikan perdamaian abadi, persahabatan, dan kerjasama masyarakat yang dapat berkontribusi terhadap penguatan, solidaritas dan hubungan yang lebih erat”.
Lebih lanjut, TAC merupakan dokumen ASEAN yang pertama kali mengikat negara-negara Anggota ASEAN secara hukum untuk bekerjasama di seluruh bidang, termasuk bidang politik-keamanan, ekonomi, sosial-budaya, ilmu pengetahuan, dan administrasi, dalam rangka mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Hasilnya, ASEAN telah berhasil mentransformasi dirinya dari kawasan pertikaian antar-negara dan terpecah oleh pemisahan Barat-Timur menjadi kawasan yang terus terlibat dalam pembangunan masyarakat.
Hasil dari lokakarya selain menjadi referensi pembahasan TAC ke depan, juga akan disampaikan kepada Sekretariat ASEAN sebagai laporan implementasi cetak biru Masyarakat Politik Keamanan ASEAN oleh Indonesia dalam rangka mewujudkan Masyarakat ASEAN, khususnya Masyarakat Politik dan Keamanan. (T/P007/R05)
Baca Juga: Pengadilan Brasil Terbitkan Surat Penangkapan Seorang Tentara Israel atas Kejahatan Perang di Gaza
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Tim SAR dan UAR Berhasil Evakuasi Jenazah Korban Longsor Sukabumi