Pertanian Gaza di Tengah Blokade

Jalur Gaza, MINA – Meski kondisi ekonomi buruk terjadi akibat blokade Israel sejak 2007 lalu, namun Jalur Gaza Palestina menempati posisi terdepan dalam sektor pertanian. Hal ini karena tanahnya yang subur cocok untuk berbagai tanaman sayuran, buah-buahan dan hasil-hasil ladangnya.

Produk pertanian yang banyak diusahakan warga Gaza adalah buah zaitun, kurma, anggur, jeruk, dan kacang almon. Rata-rata produksi pertanian dari setiap luasan lahan, cukup melimpah. Kendalanya ada di pemasaran, yang sangat tergantung pada Israel.

Menurut Wakil Menteri Pertanian Palestina Ibrahim Al-Qudra, hasil pertanian pada tahun 2019 akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Musim hujan di Palestina tahun ini menjanjikan musim pertanian yang lebih baik yang akan menghidupkan kembali petani dan tanah mereka,” kata Al-Qudra saat pertemuan resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Informasi Gaza pada Ahad (27/1).

Pada tahun terakhir ini hujan yang turun di Jalur Gaza berjumlah 197 mm di semua wilayah, menyebabkan kenaikan dalam persentase curah hujan menjadi 55 persen, dan melanda semua provinsi Gaza berjumlah 65 juta meter kubik, hingga presipitasinya mencapai 22 hari.

Ia juga menerangkan, volume ekspor berbagai produk pertanian di Jalur Gaza pada 2017 mencapai 34 ribu ton dengan nilai finansial 34 juta dolar, pasar wilayah, Yordania, dan negara-negara Arab lainnya serta negara-negara Eropa.

Adapun volume ekspor pertanian untuk tahun 2018 berjumlah 40 ribu ton, dengan nilai keuangan 40 juta dolar, karena sayuran mengekspor hampir sepuluh varietas, mulai dari stroberi, tomat, mentimun, zucchini, kol, bunga, kentang dan sayuran lainnya.

Jumlah tanaman tomat di musim panen mencapai 8.000 hektar yang menghasilkan sekitar 8.000 ton swasembada sebesar 130 persen, pemasaran dan ekspor surplus di luar negeri, demikian Palinfo melaporkan yang dikutip MINA, selasa (29/1).

Harga tomat selama periode terakhir mengalami kenaikan pada tahun ini. Namun, produksi berkurang dikarenakan wilayah pertanian mengalami suhu yang lebih rendah.

Dalam beberapa tahun terakhir juga telah terjadi penurunan terus-menerus di area lahan pertanian di Jalur Gaza hingga saat ini jadi sekitar 100 ribu Dunum, karena berbagai alasan.(T/awj/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)