Perusahaan Es Krim AS Umumkan Akan Akhiri Penjualan di Wilayah Pendudukan Israel

Vermont, MINA – Perusahaan es krim AS Ben & Jerry’s mengumumkan akan mengakhiri penjualannya di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs webnya, pembuat es krim yang berbasis di Vermont itu mengatakan,: “Kami selama ini tidak konsisten dengan nilai-nilai kami di es krim Ben & Jerry dengan mengadakan penjualan di Wilayah Pendudukan Palestina (Opt). Kami juga mendengar dan mengetahui kekhawatiran yang disampaikan kepada kami oleh penggemar dan mitra tepercaya kami,” tulis pernyataan itu, demikian dikutip dari WAFA, Rabu (21/7).

Dinyatakan, perusahaan itu memiliki kemitraan lama dengan pemegang lisensinya memproduksi es krim Ben & Jerry’s di Israel dan mendistribusikannya di wilayah tersebut.

“Kami telah bekerja untuk mengubah ini, kami telah memberi tahu pemegang lisensi kami di Israel, bahwa tidak akan memperbarui perjanjian lisensi ketika berakhir pada akhir tahun depan,” tambahnya.

Pernyataan itu tidak secara eksplisit mengidentifikasi kekhawatiran, tetapi sebuah kelompok bernama Vermonters for Justice for Palestine (VTJP) telah memimpin kampanye melawan Ben & Jerry selama bertahun-tahun dan pada 2015 perusahaan tersebut menjadi target gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi ( BDS).

Kampanye tersebut telah mendapat perhatian yang meningkat setelah serangan terbaru Israel di Gaza pada Mei lalu.

Dalam siaran pers, tertanggal 10 Juni, VTJP meminta Ben & Jerry’s untuk konsisten dalam nilai-nilai mereka dan berhenti membiarkan es krim mereka dijual di pemukiman Israel, yang dibangun di atas tanah Palestina yang diduduki, sebuah pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

“Berapa lama lagi Ben & Jerry’s akan mengizinkan es krim buatan Israel untuk dijual di pemukiman khusus Yahudi? Sementara tanah Palestina disita, rumah-rumah Palestina dihancurkan, dan keluarga Palestina di lingkungan seperti Sheik Jarrah menghadapi penggusuran untuk memberi jalan, untuk pemukim Yahudi?” kata Ian Stokes, dari VTJP.

“Kami mengatakan kepada Ben & Jerry’s: Jangan berada di sisi sejarah yang salah. Saatnya keberanian perusahaan dan tanggung jawab sosial dalam membela hak asasi manusia rakyat Palestina sekarang,” tambah pernyataan itu.

Kelompok-kelompok Palestina memuji keputusan itu sambil menyoroti perlunya tindakan lebih lanjut.

Ben & Jerry’s, sebuah perusahaan internasional terkemuka yang bertanggung jawab secara sosial, akhirnya mengambil kebijakan menghadapi penindasan rezim Israel terhadap Palestina sejalan dengan posisi progresifnya di Black Lives Matter dan perjuangan keadilan lainnya.

Komite Nasional BDS Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya berharap Ben & Jerry’s memahami bahwa selaras dengan komitmen keadilan sosialnya, tidak akan ada bisnis seperti biasa dengan apartheid Israel. (T/R6/P1

Mi’raj News Agency (MINA)