Perusahaan Farmasi Israel Uji Obat pada Tahanan Palestina

New York, MINA – Profesor Israel Nadera Shalhoub-Kevorkian mengungkapkan, otoritas pendudukan Israel mengeluarkan izin kepada perusahaan farmasi besar untuk melakukan tes menguji obat-obatan kepada tahanan Palestina dan Arab, Felesteen.ps melaporkan.

Dosen Universitas Hebrew itu juga mengungkapkan, perusahaan militer Israel sedang menguji senjata pada anak-anak Palestina dan melakukan tes ini di lingkungan Palestina di Yerusalem yang diduduki, demikian MEMO melaporkan yang dikutip MINA.

Berbicara di Universitas Columbia di New York City pada Selasa (19/2), Shalhoub-Kevorkian mengatakan, dia mengumpulkan data saat melakukan proyek penelitian untuk Universitas Hebrew.

“Ruang Palestina adalah laboratorium. Penemuan produk dan layanan dari perusahaan keamanan yang disponsori negara didorong oleh jam malam jangka panjang dan penindasan Palestina oleh tentara Israel,” katanya.

Dalam ceramahnya yang berjudul “Disturbing Spaces – Violent Technologies in Palestinian Jerusalem”, Profesor Shalhoub-Kevorkian menambahkan, mereka (Pasukan Israel) memeriksa bom mana yang akan digunakan, bom gas atau bom bau. Apakah akan meletakkan karung plastik atau karung kain.

Pekan lalu, otoritas Israel menolak untuk menyerahkan mayat Fares Baroud, yang meninggal di dalam penjara Israel setelah menderita sejumlah penyakit. Keluarganya takut kalau jasadnya digunakan untuk tes semacam itu dan Israel takut ini bisa diungkapkan melalui penyelidikan forensik.

Pada Juli 1997, surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pernyataan untuk Dalia Itzik, Ketua Komite Parlemen yang mengakui bahwa Kementerian Kesehatan Israel telah memberikan izin kepada perusahaan farmasi untuk menguji obat-obatan baru para tahanan mereka, mencatat bahwa 5.000 tes telah dilakukan.

Selain itu, Robrecht Vanderbeeken, Sekretaris Budaya Serikat Buruh ACOD dan filosofi sarjana sains Belgia, memperingatkan pada Agustus 2018 bahwa penduduk di Jalur Gaza kelaparan sampai mati, diracun, dan anak-anak diculik serta dibunuh untuk diambil organnya.

Ini mengikuti peringatan sebelumnya dari Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour yang mengatakan, mayat-mayat warga Palestina yang terbunuh oleh pasukan keamanan Israel dikembalikan dengan kornea yang hilang dan organ-organ lain. (T/Ais/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)