Paris, 3 Rabi’ul Akhir 1437/13 Januari 2015 (MINA) – Perusahaan telekomunikasi raksasa Prancis, Orange, bermaksud mengakhiri hubungan dengan perusahaan ponsel terbesar kedua milik Israel, Partner Communiations.
Langkah tersebut, yang mulai berlaku pada Februari mendatang, mengakhiri suatu kesepakatan pemberian lisensi yang menurut gerakan BDS (Boikot, Divestasi, Sanksi) merupakan akibat langsung dari kampanye mereka, demikian laporan Palestine News Network (PNN), yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu (13/1).
Menurut sebuah laporan, gerakan BDS menuduh Partner menyediakan komunikasi dan memberikan keringanan biaya untuk tentara Israel dalam konflik Gaza yang berlangsung 50 hari pada 2014 lalu.
Orange mendapat lisensi untuk menggunakan merk Orange bagi berbagai produknya di Israel.
Baca Juga: ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu dan Gallant
Perusahaan tersebut memberikan layanan telekomunikasi kepada sejumlah permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem timur.
Sementara itu, di Perancis, Serikat Buruh Solidaires dan Federasi Sud PTT Orange yang mewakili para pekerja di perusahaan itu menyambut baik berakhirnya hubungan perusahaan telekomunikasi Orange dengan Partner. (T/P008/R07)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Turkiye Tolak Wilayah Udaranya Dilalui Pesawat Presiden Israel