Pesan GNPF MUI : Aksi 55 yang Simpatik, Damai, Tertib

Ustadz Bachtiar Nasir. (Foto: MINA)

 

Jakarta, 8 Syaban 1438/5 April 2017 (MINA) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan melakukan aksi simpatik turun ke jalan dari Masjid Istiqlal menuju Mahkamah Agung (MA) di Jalan Merdeka Utara, usai sholat Jum’at untuk memberikan dukungan moril terhadap Majelis Hakim yang menangani kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok.

Persidangan Ahok yang dinyatakan kalah dalam perhitungan sementara hasil pilkada DKI Jakarta Putaran kedua, akan segera memasuki acara pembacaan vonnis/keputusan hukum dari majlis hakim.

Ketua Umum GNPF MUI KH Bachtiar Nasir dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, menyampaikan empat pesan yang harus dilakukan oleh umat Islam dalam Aksi Simpatik 55 yang akan digelar siang ini, Jum’at (5/5).

“Pertama, jagalah kebersihan hati, kebersihan pikiran, kebersihan diri, dan kebersihan lingkungan. Masing-masing membawa kantong plastik dan membuang sampah di tempatnya. Jangan biarkan secarik kertas pun berserakan dan jaga kebersihan bersama,” katanya.

Kedua, kata Bachtiar Nasir, peserta aksi untuk tertib di jalan, tertib di kendaraan, tertib berlalu lintas, tertib di tempat-tempat umum dan sebagai seorang hamba jadilah hamba yang beradab dengan menjaga ketertiban umum dan jangan berpikir untuk melanggar aturan.

“Ketiga, orang-orang yang beriman menjadikan aman dengan keimanannya dan menjaga keamanan bagi lingkungan sekitarnya. Jika ada provokasi atas nama agama dan itu tidak memberikan rasa aman bukanlah ciri-ciri orang yang beriman,” ujarnya.

Karenanya, katanya lagi, jangan terprovokasi untuk melakukan tindakan yang menimbulkan kerusakan. Tindakan merusak fasilitas publik diharamkan dalam agama. Kita bermohon kepada Allah dan Allah pasti menurunkan keadilan-Nya di Indonesia untuk hamba-Nya yang bermunajat kepada-Nya.

“Keempat, hati yang damai, pikiran yang damai, orasi yang damai, dan sebarkan kedamaian karena Islam adalah agama damai. Sayangi orang di sekeliling kita, para ibu berjalan dan berkumpul sesama kaum ibu, dan para pria jagalah martabat kaum hawa dan jagalah mereka,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta peserta aksi untuk mempersiapkan segala kebutuhan pribadi, mulai dari makanan, obat-obatan, payung dan persiapan lain agar kita bisa menjaga diri.

Selain menyampaikan pesan, Bachtiar juga mengatakan bahwa Aksi Simpatik 55 adalah sebuah ekspresi sebagian umat Islam yang merasa terusik keadilannya akibat tuntutan ringan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan Kasus Penodaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Karenanya, ini adalah aksi untuk mendukung independensi hakim dalam peradilan kasus penodaan agama, untuk menjatuhkan hukum berdasarkan nurani.

“Kepada hakim yang terhormat dan hakim yang mulia, kami tidak pada posisi untuk menekan sistem peradilan sedikit pun. Kami hanya bermunajat kepada Allah SWT di Masjid Istiqlal dan menyampaikan aspirasi kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia, dan setelah itu kami serahkan keputusan kepada yang Mulia Majelis Hakim, dan kami bertawakkal kepada Allah SWT Yang Maha Adil,” paparnya.

Beberapa tokoh yang akan hadir di antaranya, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, Ketua Umum MUI KH Maruf Amin, KH Abdullah Gymnastiar, KH Arifin Ilham dan sejumlah pimpinan GNPF MUI lainnya.

Menurut perhitungan sementara, Ahok dan pasangannya Djarot kalah unggul sekitar 15 % dari Anies Baswedan / Sandiago Uno yang diusung Gerindra, PKS, PAN dan lain-lain,  dalam pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang lalu. KPU DKI Jakarta akan mengumumkan hasil resminy Jumat tgl 5/5 ini.

(L/R06/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)