Pesan Imaamul Muslimin di Tahun Baru Hijriah 1441

Jakarta, MINA –  Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menyampaikan pesan-pesan dalam memperingati tahun baru umat Islam 1441 Hijriah untuk dapat meningkatkan semangat ketaqwaan kepada Allah dan perjungan pembebasan Masjid Al-Aqsa.

“Semangat hijrah mendasari upaya berkelanjutan dalam peningkatan ketaqwaan kepada Allah, pelayanan kepada ummat dan perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsa” katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima MINA, di Jakarta, Selasa (3/9).

Menurutya, pergantian tahun 1441 Hijriah diiringi dengan rasa syukur kepada Allah yang telah menolong kita tetap istiqomah dalam perjuangan melaksanakan Dienul (agama) Islam sesuai Manhaj Nubuwwah (Kenabian).

“Semoga Allah mengampuni segala kekurangan dan kesalahan kita dan menerima semua amal ibadah kita selama tahun 1440 Hijriah. Kita berazzam untuk melanjutkan sikap istiqomah seraya berusaha meningkatkan kualitas iman dan juang kita di jalan Allah,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tantangan di masa depan akan semakin besar dan kompleks, untuk itu kita tidak boleh menjadi lemah namun harus menjaga sikap optimis dan terus bekerja keras serta bertawakkal kepada Allah.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Ali-Imran ayat 139 yang artinya, “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

“Tugas terbesar kita saat ini adalah membebaskan Masjid Al Aqsa dan menolong Muslimin Palestina untuk merdeka dari penjajahan oleh Zionis Israel,” tegasnya.

“Kita harus tetap fokus pada tugas tersebut dan bersabar dalam menunaikannya sampai tuntas apa pun yang terjadi dengan mengembangkan sinergi dengan berbagai pihak yang peduli terhadap Masjid Al-Aqsa dan Palestina,” tambahnya.

Ia mengingatkan dalam rangka mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamiin kita hendaknya terus mengoptimalkan pelaksanaan prinsip “Padat ke Dalam, Giat Ke Luar”. Secara internal perlu ditingkatkan konsolidasi, integrasi antar unit atau unsur kelembagaan yang dilanjutkan pemberdayaan dan pendayagunaan segenap potensi.

Secara eksternal, hendaknya ditingkatkan amaliyah kita untuk meluaskan da’wah secara kreatif, inovatif dan bersinergi dengan berbagai pihak serta untuk meningkatkan penyantunan kepada muslimin baik secara kuantitas maupun kualitas.

“Untuk mendukung segenap upaya kita demi kejayaan Islam dan muslimin di bawah keridhoaan Allah, hendaknya setiap ikhwan membangun kekuatan spiritual melalui peningkatan hubungan vertikal kepada Allah dengan menjaga sholat lima waktu berjamaah serta Qiyamul Lail, Sholat Dhuha, membaca Al Qur’an dan bershadaqah,” pesannya.

“Juga secara horisontal kita mewujudkan akhlaqul karimah dalam pergaulan sesama umat dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan secara berjamaah dan menge-depankan sikap toleransi terhadap perbedaan serta mengembangkan silaturrahim,” tambahnya. (L/R10/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)