PESAN MTQ INTERNASIONAL: ALQURAN MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin  (Foto: Kemenag)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Kemenag)

Jakarta, 18 Dzulqa’dah 1436/2 September 2015 (MINA) – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, agar umat Islam bisa mengeksplorasi isi kandungan Al-Quran dalam merespon problematika kemanusiaan dan menjawab tantangan setiap zaman.

Menurutnya, Al-Quran tidak cukup sekedar dibaca dan dilantunkan dengan baik sesuai tajwid, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan umat Islam, ujarnya pada pembukaan MTQ Internasional ke-3 di Auditorium H.M Rasjidi Kantor Kemenag Jalan M.H Thamrin No. 6 Jakarta, Selasa (1/9).

“Al-Quran tidak cukup sekedar dibaca dan dilantunkan dengan baik sesuai tajwid, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan umat Islam. Al-Quran merupakan sebagai kitab suci umat Islam dan sumber cahaya peradaban,memberi petunjuk jalan lurus menuju kebahagiaan bagi seluruh bangsa dan umat manusia,” kata Menteri Agama Lukman.

Menurutnya, umat Islam dalam menyikapi isu global, perlu memiliki sikap proaktif dan bukan defensif. Islam sebagai agama dan pandangan hidup yang mendunia, haruslah tercermin pada sikap dan wawasan hidup umat Islam dengan memiliki prinsip dan harga diri serta berpegang teguh dengan akidah yang diyaikini,” ujarnya.

Ia menambahkan, seiring derasnya arus globalisasi, informasi dan liberalisasi ekonomi dengan segala dampak dan pengaruhnya dalam kehidupan manusia dan masyarakat dunia, telah memunculkan fenomena ketegangan psikososial di kalangan umat beragama.

Pada bagian lain, Lukman mengajak untuk seluruh umat Islam untuk terus menjalin persahabatan dan kerjasama antarbangsa di dalam ikatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariah.

“Populasi umat Islam yang kini mencapai seperempat dari jumlah penduduk dunia, diharapkan memberi peran dan kontribusi yang lebih signifikan dalam mewarnai peradaban dunia masa depan,” kata Lukman.

Menurutnya, Islam merupakan agama yang paling cepat perkembangannya di benua Eropa dan Amerika abad ini. Hal itu harus dibarengi dengan peran dan kontribusi yang diberikan umat Islam terhadap pemecahan masalah aktual dan krusial, yang dihadapi masyarakat dunia dewasa ini.

Ia juga berharap dengan kegiatan MTQ dapat menjadi stimulan untuk melahirkan generasi qari dan hafidz terbaik yang mengharumkan nama bangsa dan memotivasi segenap Muslim lainnya untuk senantiasa meningkatkan kemampuan seni baca Al-Quran.

“Saya memandang, kegiatan MTQ memiliki peran yang cukup besar dan penting dalam pembinaan tilawatil Quran di samping peran pendidikan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat,” kata Menag saat membuka MTQ Tingkat Internasional .

MTQ Tingkat Internasional ke-3 Tahun 2015 ini diikuti oleh 32 peserta dari 21 negara dengan dua cabang yang dilombakan yaitu, cabang tilawah dewasa putra dan cabang tahfidz 30 juz . Pelaksanaan MTQ ini selama tujuh hari 30 Agustus 2015-5 September 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta. (T/P010/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0