Pesan-Pesan Waketum MUI di Tahun Baru 1440 Hijriyah

Jakarta, MINA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Zainut Tauhid Sa’adi mengajak umat Islam senantiasa mencari Ridha Allah SWT. Pernyataan ini disampaikan menyambut pergantian tahun baru Hijriyah 1440.

Pencarian ridha tersebut antara lain bisa dilakukan melalui kesejukan, ketenangan, dan kedamaian hati.

Umat Islam, menurut dia, dalam momentum tahun baru Hijriyah 1440 ini sebisa mungkin meningkatkan toleransi, keseimbangan, dan bersikap adil. Umat Islam juga diharapkan tidak lagi terkungkung dalam perdebatan yang sifatnya kurang substansial (furuiyah) dalam menjalankan ajaran agama.

Menurutnya, dari pada memperdebatkan masalah-masalah seperti itu, energi umat sebaiknya dimaksimalkan untuk mengembangkan wawasan kebhinekaan sejati, penciptaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati dan mencintai dan menolong dalam persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah).

“Sikap-sikap ini demi mewujudkan persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyyah) dan persatuan umat (wihdatul ummah),” kata dia di Jakarta sebagaimana keterangan MUI yang dikutip MINA, Selasa (11/9).

Dia mengingatkan demi terjaganya persaudaraan kebangsaan itu, lanjutnya, pada tahun politik ini segenap elite politik sebaiknya lebih menahan diri. Suasana kebangsaan yang semakin panas, tegang dan melahirkan kecurigaan patut dihindarkan.

Dia menyatakan, respon perbedaan pilihan politik berbentuk saling menjelekkan dan memfitnah, menyebarkan hoaks, serta ujaran kebencian justru memunculkan pendidikan politik yang kurang baik bagi masyarakat. Tindakan seperti itu potensial menumbuhkan gesekan dan meretakkan bangunan kebangsaan yang telah lama dijaga.

”Jadikanlah perbedaan aspirasi politik sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah tetap terpelihara,” ujarnya.

Dia mengajak segenap pihak harus mengingat bahwa tujuan terbentuknya negara ini untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Demi menyempurnakan tujuan suci itu, mengutamakan kepentingan rakyat kecil menjadi penting, terlebih untuk memupus kesenjangan dan ketidakadilan.

Saat ini, menurut dia, kepedulian tersebut bisa diwujudkan melalui solidaris nasional para dermajwan, pengusaha, serta berbagai pihak meringankan beban korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Bantuan itu sebagai bentuk refleksi dari nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, kepedulian dan saling menolong antarsesama dalam kebajikan dan ketakwaan untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang adil, bahagia, sejahtera lahir dan batin,” tutur Zainut.

Dia berharap, tahun baru Islam ini menjadi ajang pemupuk amal kebajikan disertai keimanan, ketakwaan, serta keikhlasan.

”Kami berharap 1440 Hijriyah ini dapat meningkatkan amal kebajikan agar dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat manusia, bangsa dan negara,” tambahnya. (R/R01/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)