Indramayu, MINA – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menegaskan pondok pesantren sebagai institusi strategis yang tidak hanya menjaga warisan perjuangan kemerdekaan, tetapi juga menjadi benteng pembangunan karakter generasi muda Indonesia.
Pernyataan ini disampaikannya dalam kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Hidayatuttholibiin di Desa Karanganyar, Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/3) yang dirilis Parlementaria.
Dalam kunjungan yang diwarnai dialog interaktif dengan ratusan santri, Saan menyatakan, pesantren adalah saksi hidup sejarah perjuangan bangsa.
Dulu, kiai dan santri mengangkat bambu runcing melawan penjajah. Kini, mereka mengangkat pena dan akhlak mulia untuk memerangi tantangan zaman.
Baca Juga: Bertemu Wapres, LPAI Serukan Perlindungan Anak dari Bahaya Rokok
Ia menambahkan, kontribusi pesantren dalam mencetak SDM berintegritas dan berdaya saing patut menjadi prioritas dukungan pemerintah.
Kiai Haji Juhadi Muhammad, pengasuh Pesantren Hidayatuttholibiin, menyambut positif komitmen ini.
“Pesantren tidak hanya mengajarkan ayat, tetapi juga nilai kebangsaan dan kepedulian sosial. Kami siap bersinergi dengan semua pihak untuk membangun generasi yang alim, adil, dan relevan dengan era digital,” ujarnya.
Saan menekankan, pesantren telah lama menjadi laboratorium kebangsaan yang memadukan pendidikan agama, kearifan lokal, dan semangat nasionalisme.
Baca Juga: KH Ma’ruf Amin Ingatkan Ulama Harus Bersatu
“Di sini, santri tidak hanya menghafal kitab, tetapi juga belajar tentang gotong royong, toleransi, dan kepemimpinan nilai-nilai yang menjadi tulang punggung kemajuan Indonesia,” paparnya.
Ia juga mengapresiasi inovasi pendidikan di Pesantren Hidayatuttholibiin yang mengintegrasikan kurikulum agama dengan pelatihan kewirausahaan dan teknologi, menyiapkan santri menjadi generasi multidimensi.
Sebagai bentuk konkret, Saan berjanji memperjuangkan peningkatan anggaran dan program pelatihan untuk pesantren.
“Kami akan dorong skema beasiswa, penguatan infrastruktur, dan kolaborasi pesantren dengan industri agar lulusannya tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.
Baca Juga: MUI dan Ormas Islam Tandatangani Piagam Ukhuwah untuk Kemaslahatan Umat, Bangsa dan Dunia
Kunjungan ini menutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara perwakilan DPR RI dan pesantren untuk memperkuat peran pendidikan Islam berbasis kebangsaan.
Pondok Pesantren Hidayatuttholibiin didirikan pada 1952, pesantren ini merupakan salah satu pusat pendidikan Islam tertua di Indramayu yang konsisten mencetak generasi berakhlak dan berprestasi.
Saat ini membina lebih dari 500 santri dengan program unggulan di bidang tahfizh Al-Qur’an, kewirausahaan, dan teknologi informasi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Niat Prabowo Evakuasi Warga Gaza Sangat Tulus, Tapi Ini Hal Sensitif