“Pesantren Motivasi Indonesia” (PMI) Jadi Pusat Distributor UMKM di Bekasi

Jakarta, MINA – Pesantren Motivasi Indonesia (PMI), kini menjadi pusat distributor produk Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di Kabupaten Bekasi.

Hal ini dilandasi komitmen dalam mengawal Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, dengan begitu diharapkan kemandirian ekonomi pesantren dapat terwujud.

“Karena fungsi pesantren itu kan ada tiga yaitu sebagai dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Itulah kenapa kemandirian ekonomi pesantren menjadi niscaya,” kata Pengasuh PMI KH Ahmad Nurul Huda.

Ia menekankan, pesantren sudah teruji sebagai sebuah lembaga pendidikan di Indonesia yang mampu memiliki kemandirian luar biasa. Itu terbukti karena mampu bertahan sampai sekarang, demikian keterangan yang diterima MINA Jumat (26/2).

Ia menjelaskan, bisa bentuknya Koperasi pesantren (Kopontren) atau BUMPes (Badan Usaha Milik Pesantren), kini telah hadir minimarket yang diberi nama PMI Mart yang saat ini menjadi pusat distributor UMKM di Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

“Mereka bisa melakukan produksi yang sangat dahsyat dengan semangat yang hebat, tetapi punya kendala di bidang pemasaran. Mereka mampu memproduksi berapa pun yang dibutuhkan oleh pasar. Masalahnya, pasarnya tidak ada,” lanjutnya.

“Itulah kenapa kemudian PMI hadir menjadi mitra bagi mereka. PMI juga memiliki produk-produk UMKM sendiri. Tapi sinergisitas rasanya menjadi kata kunci dalam dunia pemasaran sekarang. Biarkan mereka fokus memproduksi, nanti PMI akan bantu memasarkan,” tambahnya.

Pemasaran yang dilakukan PMI terhadap berbagai produk dari para pengusaha UMKM di Kabupaten Bekasi itu melalui dua cara, yakni offline dan online. Secara offline, produk-produk tersebut akan ditempatkan khusus di PMI Mart. Sedangkan secara online dengan membantu dan menyebarkannya dengan digital marketing.

Ia menegaskan, harapan Pesantren Motivasi Indonesia kepada negara atau pemerintah harus hadir di antara para pengusaha kecil UMKM di Indonesia.

Mereka akan mengolah makanan dan berkreasi untuk melakukan daur ulang sampah sehingga menjadi produk yang manfaat.

“Pasti akan bersaing juga dengan produk-produk yang sudah bermerek, itu salah satu keterbatasan kita. Apabila negara benar-benar hadir maka akan sangat menguatkan nafas perekonomian para pengusaha UMKM dan khususnya pesantren,” lanjutnya. (R/SH/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)