PESAWAT ISRAEL KEMBALI SERANG GAZA

AKIBAT PENGEBOMAN ISRAEL
Warga Gaza membereskan  tempat yang rusak akibat serangan pesawat tempur Zionis Israel (Foto: Dok/Press TV)
Warga Gaza membereskan tempat yang rusak akibat serangan pesawat tempur Zionis Israel (Foto: Dok/Press TV)

Gaza, 21 Sya’ban 1435/19 Juni 2014 (MINA) – Pesawat-pesawat tempur Israel beberapa kali melakukan pengeboman pada beberapa lokasi di Jalur Gaza yang terkepung dalam serangan terbaru terhadap warga Palestina.

Serangan udara  yang dilakukan sejak Kamis dini hari itu terjadi hampir di seluruh Gaza, mulai dari distrik Nusairot (Gaza tengah), distrik Zaitun (Gaza City), dan Bayt Lahiya utara Gaza, sekitar  100 meter dari Rumah Sakit Indonesia, koresponden MINA di Gaza melaporkan.

Di Nusairot, Israel menyerang lokasi latihan milik Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas, tidak ada laporan korban terluka.

Di sebelah barat kota Gaza, pesawat tempur Israel juga menyerang lokasi militer Abu Jarad menyebabkan berkobarnya api di lokasi tersebut.

Lokasi latihan milik Brigade Nasr Shalahuudin disebelah barat juga menjadi sasaran, namun tidak ada korban luka.

Sedangkan di Zaitun timur Kota Gaza, rudal yang ditembakkan oleh Israel tidak meledak. Di utara jalur Gaza, Israel menyerang lokasi latihan Al-Qassam di Shakh Zayd, Bayt Lahiya, yang berjarak hanya 100 meter didepan RS Indonesia utara Gaza. Satu orang warga yang sedang melintas terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit Kamal Udwan.

Sesaat setelah serangan, suara sirine pemadam kebakaran dan ambulance segera meraung didepan RS Indonesia. Sebuah ambulance datang ke RSI untuk memastikan para relawan dalam keadaan selamat.

Serangan ini muncul setelah seluruh faksi di Palestina menyatakan persatuan mereka  dan menegaskan mereka akan terus berjuang sampai Palestina serta masjid Al-Aqsha bebas dari penjajahan.

Sementara saat berita ini ditulis, pesawat tempur Israel dan apache-nya masih terbang rendah diatas langit Jalur Gaza.

Kepala Urusan Darurat Gaza, Ashraf al-Qedra mengatakan, sedikitnya seorang  warga Palestina terluka dalam serangan udara tersebut.

Selama hari terakhir, angkatan udara Israel melakukan beberapa serangan di Jalur Gaza dengan alasan untuk mencari tiga warga Israel yang diduga hilang sejak beberapa hari lalu di Tepi Barat yang diduduki, Press TV melaporkan.

Pada hari Selasa, serangan udara serupa juga dilakukan dengan sasaran daerah kantong pantai yang terkepung.

Sebelumnya, Isarel menunjukkan kepanikannya setelah tiga warganya yang beberapa sumber menyebut pula sebagai tentara, hilang pekan lalu.

Israel langsung melakukan pertemuan darurat dengan Menteri Pertahanannya dan meminta bantuan Menlu AS John Kerry, hingga akhirnya Kerry menelpon Mahmud Abbas untuk turun tangan.

Israel juga mengeluarkan pernyataan yang menuduh pihak pejuang di Gaza melakukan penculikan terhadap tiga siswa yang sedang menjalani pendidikan di sekolah militer itu, dengan mengancam akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menemukan mereka.

Menyikapi pernyataan Israel yang panik itu, rakyat Gaza yang tergabung dalam faksi-faksi di daerah terkepung itu mengatakan mereka tidak akan pernah takut terhadap ancaman-ancaman Israel yang akan menyerang Gaza.

Dalam sebuah pernyataan bersama, seluruh faksi menegaskan semua pihak di seluruh Gaza akan bersatu untuk terus berjuang membebaskan tanah suci umat Islam dari jajahan Israel yang kini sudah menguasai hampir seluruh Palestina.

“Ancaman-ancaman para petinggi Zionis terhadap rakyat dan para pejuang kami tidak akan pernah membuat kami takut atau ragu dan malah membuat kami semangat untuk terus berjuang dan melawan serta menghadapi musuh-musuh kami dengan segenap kekuatan,” kata seluruh faksi dalam konferensi pers yang dihadiri korensponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Mereka yang tergabung dalam faksi datang dari sayap militer Hamas Brigade Izzudin Al-Qassam, Al-Wiyat an-Nasir Shalahuddin, Brigade Syuhada al-Aqsha, Brigade Ansar, Brigade as-Syahid Abu Ali Mustafa, Brigade Perlawanan Nasional “Humat al-Aqsha”, Brigade Saif al-Islam, dan Brigade Shalahuddin.

Gaza telah diblokade sejak Juni 2007, sebuah situasi yang telah menyebabkan penurunan standar hidup dan  tingkat pengangguran belum pernah terjadi sebelumnya, dan kemiskinan yang tidak pernah terentaskan.

Rezim Israel menyangkal  hak-hak dasar sekitar 1,7 juta warga Gaza, seperti kebebasan bergerak, pekerjaan yang membayar upah tepat, dan kesehatan dan pendidikan yang memadai.

Lebih dari 160 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan sekitar 1.200 lainnya terluka dalam delapan hari serangan Israel di pesisir, yang berakhir pada 21 November 2012 (L/K01/K02/K03/P07/P03/EO2 )

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0