Pesawat Militer Jatuh Dekat Pangkalan Udara Boufarik Aljazair, 257 Tewas

(screenshot Al Jazeera)

Aljir, MINA – Setidaknya 257 orang tewas setelah sebuah pesawat militer jatuh di dekat pangkalan udara Boufarik di luar ibu kota Aljazair, Aljir, menurut televisi negara Aljazair.

Pesawat Ilyushin Il-76 sebagian besar membawa tentara ketika jet itu jatuh tak lama setelah lepas landas pada Rabu pagi, lapor TV negara. Demikian Al Jazeera melaporkan.

Kementerian Pertahanan Aljazair mengatakan 247 penumpang dan 10 anggota awak termasuk di antara yang tewas setelah kecelakaan itu.

Ennahar TV mengutip seorang pejabat partai yang berkuasa di Aljazair yang mengatakan 26 orang di dalamnya adalah anggota Front Polisario, sebuah gerakan separatis di Sahara Barat – sebuah wilayah yang juga diklaim oleh Maroko.

Algerie24, sebuah situs berita lokal, mengatakan pesawat itu menuju ke kota Bechar di Aljazair barat.

Gambar yang diunggah di situs web Aljazair menunjukkan asap tebal mengepul dari lokasi kecelakaan, saat beberapa orang bergegas untuk membantu.

Kecelakaan di Boufarik akan menjadi yang terburuk di Aljazair sejak 2003 ketika jet Air Algerie jatuh tak lama setelah tinggal landas dari Tamanrasset, menewaskan 102 orang.

Pada 2014, lebih dari 70 personil militer yang tidak bertugas dan anggota keluarga mereka tewas ketika pesawat C-130 menabrak Gunung Djebel Fertas sesaat sebelum mendarat di kota utara Constantine.

Pada Desember 2012, dua jet militer melakukan operasi pelatihan rutin bertabrakan di udara dekat Tlemcen, di barat laut Aljazair, menewaskan pilot kedua pesawat.

Sebulan sebelumnya, sebuah pesawat angkut militer CASE C-295, yang membawa muatan kertas untuk pencetakan uang kertas di Aljazair, jatuh di Perancis selatan. Pesawat itu membawa lima tentara dan seorang wakil dari bank sentral Aljazair, tidak ada yang selamat. (T/R11/RS3)

Miraj News Agency (MINA)