PETINGGI HAMAS: PERANG DARAT BUKTI KEGAGALAN ISRAEL

Mantan Perdana Menteri Palestina, Ismail haniya. Foto : MINA
Mantan Perdana Menteri Palestina, Ismail haniya. Foto : MINA

Gaza City, 24 Ramadhan 1435/22 Juli 2014 (MINA) – Mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah menyatakan bahwa perang darat yang dilancarkan oleh penjajah Zionis Israel terhadap Gaza merupakan bukti kegagalan mereka melakukan serangan udara.

Pernyataan itu disampaikan petinggi Hamas itu pada Senin (21/7) pukul 18.00 Waktu Gaza guna menyikapi perkembangan terkahir yang terjadi di Jalur Gaza.

“Pertempuran darat ini merupakan pengumuman secara terang-terangan akan gagalnya pertempuran udara dan gempuran yang terus menerus. Kegagalan dalam mencapai target dan tujuan mereka,” ujar Wakil Ketua Biro Politik Hamas tersebut dalam pidato yang disiarkan Al-Aqsha TV dan media elektronik setempat.

Ismail Haniyah juga menyatakan, tujuan Zionis Israel melancarakan serangan darat agar rakyat Palestina mundur dari pertempuran, serta menarik tuntutan dan persyaratan untuk membuka blokade Gaza.

“Mereka berharap dengan adanya peperangan ini masyarakat Palestina akan mundur dari pertempuran sebagaimana mereka juga mengharapkan agar para pejuang Palestina menarik tuntutan dan persyaratan yang telah diajukan” kata Haniyah sebagaimana dipantau Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.

Namun, Haniyah kembali menegaskan bahwa perang darat yang dilakukan Zionis Israel adalah bentuk kemenangan para pejuang mengalahkan serangan udara Zionis Israel terhadap wilayah kantung terblokade itu selama hampir dua pekan.

“Pertempuran darat ini memberikan gambaran jelas bagaimana para pejuang kita telah berhasil megalahkan agresi udara mereka. Gambaran yang jelas yang bisa dilihat di sepanjang perbatasan Jalur Gaza dari Bait Hanoun, Bait Lahiya, Tufah, Zuhr Deik, Buraij, Magazi, Khanyounis, Al-Qarara, Bani Suhaila, Abasan, dan Rafah,” tegasnya.

Penjajah Israel telah mengalami tekanan dan kekalahan dan tidak mampu mengimbangi perlawanan para pejuang.

“Berbagai tekanan dan kekalahan yang dialami para tentara Zionis inilah yang menjadikan mereka mengarahkan senjata-senjata mereka ke arah para warga sipil, khususnya anak-anak dan wanita. Karena mereka tidak bisa mengimbangi kemampuan para pejuang Palestina,” tutur Haniyah.

Rakyat Inginkan Perlawanan

Selain itu, Ismail Haniyah juga menyampaikan bahwa rakyat Gaza memiliki prinsip yang mulia dan menginginkan perlawanan serta tidak akan menyerah terhadap penjajah Zionis Israel, meskipun anggota keluarga mereka banyak yang syahid akibat ganasnya agresi Israel.

“Masyarakat yang memiliki prinsip yang tinggi dan mulia. Bagaimana tidak mulia sementara salah satu dari mereka yang berasal dari desa Shujaiyah, kehilangan 11 anggota keluarganya dan berkata kepada para mujahidin: “jangan kalian tinggalkan tuntutan kalian, hak-hak kita, dan jangan sekali-kali kalian mengakat bendera putih, karena semua tuntutan kalian adalah juga tuntutan seluruh masyarakat Palestina dan seluruh umat yang berdiri bersama Gaza,” tegasnya lagi.

Haniyah menyatakan, Zionis berusaha menghentikan dan mematikan semangat rakyat Palestina untuk terus berjuang, namun hal itu tidak akan pernah berhasil, dan para pejuang akan mengakhiri blokade dengan perlawanan.

“Maka hari ini, dunia harus faham bahwa Gaza telah memutuskan untuk mengakhiri blokade ini dengan perjuangan dan ketegaran mereka. Dengan keperkasaan dan wibawanya,” pungkas Haniyah. (L/K01/K02/P02)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0