PFI: India Memperlakukan Kashmir Seperti Israel Memperlakukan Gaza

Kuala Lumpur, MINA – Sekretaris Popular Front of India (PFI) Anis Ahmed, dalam Seminar On Current Development of Muslims in South Asia, di Kuala Lumpur baru-baru ini,  mengatakan pada tahun 1992, India mulai kerjasama dengan Israel, dan sejak kerjasama tersebut, India memperlakukan Kashmir seperti Gaza.

Setelah 2014, India dipimpin oleh partai BJP (Bharatiya Janata Party) yang merupakan partai dari organisasi sayap kanan Hindu India RSS (Rashtriya Swyamsevak Sangh) yang memiliki agenda besar untuk membuat India menjadi negara Hindu.

Sejak saat itu, partai BJP mempunyai slogan yaitu, “If You Love India, You Have to Hate Moslem”.

Padahal, kata Anis Ahmed, berdirinya India adalah juga berkat peranan besar ummat Islam.

Diantara peran-perannya, dalam sejarah, Pemimpin Muslim India yang keras melawan invasi tentara Tartar sehingga mereka tidak bisa menguasai India. Di tahun 1947, ketika terjadi peperangan dengan tentara Tartar, India Merdeka dan saat itu dipimpin oleh Muslim.Demikian keterangan yang diterima MINA, Kamis (12/12).

“Namun, tokoh-tokoh Islam baik politik atau agama dihancurkan dan dibunuh, Jalan antara Lahore dan Dakka saat itu dipenuhi oleh darah dan jenazah para ulama, kemudian, para intelektual Muslim, baik Dokter ataupun Insinyur banyak yang dipenjara.

Anis Ahmed selanjutnya mengungkapkan, saat ini, India sedang membuat NRC (National Register of Citizen), yaitu pendataan ulang terhadap warga India untuk menentukan apakah mereka benar-benar keturunan India atau bukan. Jika bukan, maka hak kewarganegaraannya akan dicabut.

NRC juga mengancam keberadaan muslim India khususnya warga Muslim keturunan Bangladesh atau Bengali Muslim. Maka itu akan mengancam sekitar 200 juta muslim India kehilangan status kewarganegaraannya.

Pada seminar tersebut, hadir peserta dari beberapa negara, diantaranya India, Malaysia, Brunei Darussalam, Muslim Rohingya, Kamboja dan Indonesia.

Tiga Aktivis Pemuda Indonesia yang hadir adalah dari Aqsa Working Group (AWG) dan Syubban Jama’ah Muslimin (Hizbullah), yakni M Anshorullah, M Waliyulloh dan Nur Ikhwan Abadi. (R/hbb/B01/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).