PIMBAS MUI-KEK Bersinergi Upayakan Penyediaan Pangan Terjangkau

Jakarta, MINA – Pusat Inkubasi Bisnis Syariah Majelis Ulama Indonesia (PIMBAS MUI) bersinergi dengan Konsorsium Ekonomi Kerakyatan (KEK) dalam penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau oleh konsumen, pengembangan kemitraan usaha.

Kerja sama ini dalam upaya mewujudkan kedaulatan untuk umat. Serta memperkuat gerakan pemberdayaan ekonomi umat dari hulu sampai hilir melalui program ‘Sinergi Pemberdayaan Ekonomi Umat Bidang Pangan’ yang telah ditandatangani oleh Direktur PINBAS MUI, M. Azrul Tanjung dengan Direktur PT. KEK Diyan Anggraini di Gedung MUI Jakarta, Jumat (24/5).

“Kita harap ke depan semakin banyak yang bisa dikonsolidasikan oleh MUI, baik petani yang menghasilkan bahan baku dengan pasar, maupun petani dengan industri. Pasar harus kita pahami tidak hanya dengan rumah tangga tapi juga industri, untuk itu kita harus mengsinergikan antara petani dengan industri. Kita juga ingin dengan sinergi ini, petani tidak lagi ada istilah panen raya, tapi panen terus, sehingga harga pangan tetap setabil,” kata M. Azrul Tanjung kepada MINA.

Tujuan sinergi ini, mendorong pemberdayaan masyarakat kecil dengan cara memotong panjang rantai distribusi sehingga dapat mewujudkan peningkatan kemampuan mengakses pangan/kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga terjangkau dan terus menerus.

“Adanya ketersediaan pasokan kebutuhan dengan harga yang terjangkau dan akses yang mudah di masyarakat, tentunya akan mendorong pula pemberdayaan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketika masyarakat menjadi produsen bersekala kecil, maka system distribusi ini diharapkan akan membuat harga bahan baku terjangkau sehingga terjadi peningkatan kemampuan berproduksi dan peningkatan daya beli.

Sementara itu, Diyan menjelaskan kerja sama untuk menasionalisasikan sebuah platfoam distribusi yang mana ini adalah tentang system kemitraan dengan memberdayakan warung-warung kelontong yang ada di seluruh Indonesia.

“Harapannya dengan sinergi MUI ini, petani dan pedagang kecil akan menjadi nasional, kalau menjadi nasional seluruh warung ini menjadi bersatu akan menjadi kekuatan ekonomi umat yang disebut sebagai arus ekonomi Indonesia baru, salah satunya adalah tentang energi ritel rakyat,” tambahnya. (L/R10/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)