Pimnas PPI: Pemimpin Harus Tampil Sebagai Teladan

Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Dr. Ma'mun Murod Al-Barbasy.(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Pimpinan Nasional (Pimnas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menilai, lancarnya kegiatan keagamaan dan sosial di bulan suci Ramadhan adalah salah satu modal sosial yang sangat penting bagi terciptanya persaudaraan dan kerukunan serta persatuan nasional.

Pimnas PPI dalam siaran persnya, Rabu (12/5), lebih lanjut meminta kepada para pemimpin bangsa, pemimpin politik, pemimpin agama serta pemimpin sosial dan budaya untuk secara sungguh-sungguh tampil sebagai teladan dalam upaya memajukan persaudaraan, kerukunan, dan persatuan nasional.

Pernyataan pers terkait selesainya Ramadhan 1442 H yang ditandatangani Presidium PPI Dr Ma’mun Murod Al-Barbasy dan Sekjen Gede Pasek Suardika itu juga menyebutkan bahwa ucapan, sikap, dan tindakan para pemimpin diharapkan berjalan pada koridor persatuan dan menghindari timbulnya perpecahan.

Pemerintah, lanjutnya, harus menunjukkan kesungguhan dalam melayani kepentingan rakyat, sementara rakyat harus hormat dan patuh kepada aturan dan norma yang berlaku.

Di sisi lain, sikap kritis masyarakat harus dilakukan dengan cara yang tertib dan damai, sedangkan pemerintah juga harus berlapang dada dan terbuka terhadap kritik dan masukan yang datang dari masyarakat.

Menurut Pimnas PPI, suasana Idul Fitri yang kondusif harus dijadikan momentum untuk membuka lembaran baru relasi sosial dan politik yang penuh dengan suasana ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia).

Kemenangan Idul Fitri yang ditandai dengan sikap saling memaafkan juga perlu diterjemahkan lebih lanjut untuk makin meredakan ketegangan dan pembelahan sosial politik yang masih terasa pasca Pilpres 2019.

Oleh karena itu pula kini sudah saatnya agar semua elemen bangsa kembali bersatu-padu untuk bekerja mengatasi keadaan sulit akibat pandemi dan masalah-masalah lain yang belum teratasi dengan baik.

Ditegaskannya, hanya bangsa yang bersatu dan bekerja keras bersamalah yang mempunyai masa depan cemerlang, sedangkan bangsa yang berseteru dan berkonflik akan kehabisan energi untuk bisa bergerak maju dan berjaya.

Disebutkan pula bahwa kelancaran berbagai kegiatan di bulan suci Ramadhan adalah tanda makin menyatunya kesadaran keagamaan dan kesadaran kebangsaan yang karenanya harus terus dirawat dan diperkuat untuk masa- masa yang akan datang.(R/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)