PLO TOLAK AJAKAN NETANYAHU LANJUTKAN KEMBALI PERUNDINGAN DAMAI

Sekretaris Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat  (Foto: World Bulletin)
Sekretaris Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat (Foto: World Bulletin)

Ramallah, 19 Dzulqa’dah 1436/3 September 2015 (MINA) – Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Rabu 9/3  mengomentari sebagai “hampa”, ajakan terbaru  Perdana Menteri Israel  Benyamin Netanyahu yang menyuarakan kesiapannya untuk melanjutkan kembali pembicaraan damai dengan Palestina.

Sehari sebelumnya pada hari Selasa, Netanyahu mengatakan,  ia siap untuk datang ke Ramallah pusat pemerintahan Palestina dan “duduk bersama dengan” Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, untuk memulai kembali perundingan damai, yang sudah terhenti sejak setahun lalu.

Dalam sebuah wawancara radio, Rabu (3/9), Sekretaris Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat mengatakan, pembicaraan dengan Netanyahu hanya akan menjadi  “pembicaraan hampa”. Demikian World Bulletin yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis.

Selanjut Erekat menjelaskan alasan sikap itu bahwaperundingan setahun lalu dihentikan karena PM Israel terus melakukan pembangunan pemukiman ilegal, menolak membebaskan tahanan-tahanan Palestina meski sudah dijanjikan sebelumnya dan menolak melaksanakan sejumlah perjanjian yang telah ditandatangani.

Erekat menambahkan, Netanyahu sedang “bekerja untuk menghancurkan solusi kedua negara” dan mempertahankan aksi Israel tanpa hambatan dalam kegiatan pembangunan pemukiman Yahudi di atas tanah Palestina yang dirampas.

“Netanyahu ingin Otoritas Palestina tanpa otoritas apapun dan ingin terus mengadakan blokade atas Jalur Gaza yang didudukinya,” kata pejabat PLO itu.

“Israel ingin menjajah Palestina secara permanen,” katanya menegaskan.

Dia juga menjelaskan, Presiden Mahmud Abbas dijadwalkan menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York akhir bulan September ini. (T/P002/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0