Pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem Diputuskan Natal

Singapura, MINA – Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah memberi tahu Presiden Joko Widodo bahwa Australia akan membuat keputusan untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem menjelang Natal.

Morrison beralasan, pemerintahannya termotivasi oleh keinginan untuk melihat kemajuan menuju solusi dua negara, demikian The Guardian melaporkan, Rabu (14/11).

Pertemuan dengan Jokowi memulai program Morrison di KTT ASEAN di Singapura dan menyusul peringatan dari Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita.

Enggartiasto menekankan bahwa Indonesia tidak akan menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Australia jika pemerintah Morrison memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Australia Christopher Pyne telah mengartikulasikan posisi yang lebih bernuansa di mana akan ada kedutaan Australia di Yerusalem Barat dan kehadiran misi diplomatik terpisah di Yerusalem Timur.

Pada pekan yang sama Morrison menyarankan Australia dapat mengikuti kebijakan Donald Trump.

“Saya percaya kita harus mempertimbangkan apakah itu akan membantu menciptakan solusi dua negara di Israel dan Palestina sehingga di sana ada kedutaan Australia di Yerusalem Barat dan Negara Palestina dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur dan kedutaan kami oleh karena itu di negara mereka di Yerusalem Timur,” kata Pyne.

Morrison belum mengartikulasikan sikap itu secara terbuka, meskipun Pyne mengatakan itu adalah usulan yang dipertimbangkan pemerintah Australia. Tidak jelas apakah posisi menteri pertahanan yang disiarkan secara publik telah disampaikan ke Jakarta dalam konteks membantu solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Bayangan Australia, Penny Wong, menyatakan perjalanan Singapura “kini telah mengekspos secara penuh bencana total yang diciptakan oleh keputusan Morrison yang putus asa. Ia menyebut langkah itu bernuansa politiss demi meraup suara di Wentworth.

Wong merujuk peringatan dari mantan PM Malcolm Turnbull bahwa pemindahan kedutaan akan menggagalkan salah satu hubungan kebijakan luar negeri paling penting Australia di kawasan.

“Keputusan Morrison ini merugikan ekonomi kita, mengorbankan pekerjaan dan merusak salah satu hubungan paling penting Australia,” kata Wong kepada parlemen. (T/R11/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)