Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PM Inggris Hadapi Tekanan Besar Hentikan Jual Senjata ke Israel

siti aisyah - Kamis, 4 April 2024 - 19:45 WIB

Kamis, 4 April 2024 - 19:45 WIB

16 Views ㅤ

Siswa yang berbasis di Inggris berkampanye untuk Palestina [Ryan Ashcroftt / ig: ryan_ashcroftt]

London, MINA – Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menghadapi tekanan politik yang semakin besar untuk berhenti menjual senjata ke Israel setelah tujuh pekerja bantuan, termasuk tiga warga negara Inggris, tewas akibat serangan udara Israel di Gaza.

Tiga partai oposisi dan beberapa anggota parlemen dari Partai Konservatif yang berkuasa mengatakan, pemerintah Inggris harus mempertimbangkan untuk menangguhkan penjualan senjata.

Oposisi utama Partai Buruh mengatakan, pemerintah harus menunda penjualan senjata jika pengacara menemukan Israel telah melanggar hukum internasional.

“Hal yang penting sekarang adalah saran itu dipublikasikan sehingga kita semua dapat memahami dengan jelas, jika telah terjadi pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional, dan saya harus mengatakan, saya memiliki kekhawatiran yang sangat serius, maka penjualan senjata akan dihentikan,” kata David Lammy, Kepala Kebijakan Luar Negeri Partai Buruh pada Rabu (3/4), demikian dikutip Al Jazeera.

Baca Juga: Kelompok Muslim AS Galang Dukungan RUU Pemblokiran Senjata ke Israel

Partai Demokrat Liberal juga menyerukan agar ekspor senjata ke Israel ditangguhkan, sementara Partai Nasional Skotlandia mendukung langkah tersebut, dan mengatakan parlemen harus ditarik kembali dari libur Paskah untuk membahas krisis itu.

Selain itu, tiga mantan hakim Mahkamah Agung bergabung dengan lebih dari 600 pengacara, akademisi hukum, dan pensiunan hakim senior dalam menyerukan pemerintah menghentikan penjualan senjata ke Israel, dengan mengatakan hal itu dapat membuat Inggris terlibat dalam genosida di Gaza.

“Penyediaan bantuan dan material militer kepada Israel dapat membuat Inggris terlibat dalam genosida serta pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional,” tulis mereka dalam surat setebal 17 halaman kepada Sunak pada Rabu (3/4).

Namun, PM Inggris Rishi Sunak menolak seruan untuk segera menghentikan penjualan senjata ke Israel.

Baca Juga: Resolusi Dewan HAM PBB: Akhiri Pendudukan Israel di Palestina

Dia mengatakan bahwa ekspor senjata ke negara tersebut masih dalam peninjauan. “Kami selalu memiliki rezim perizinan ekspor yang sangat hati-hati dan kami patuhi,” kata Sunak dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Sun.

Serangan Israel terhadap konvoi orang yang bekerja untuk kelompok bantuan World Central Kitchen (WCK) menewaskan warga negara Australia, Inggris, Polandia, seorang warga Palestina dan warga negara ganda AS-Kanada.

WCK mengatakan, stafnya bepergian dengan dua mobil lapis baja yang dihiasi logo badan amal tersebut dan kendaraan lain, dan telah mengoordinasikan pergerakan mereka dengan militer Israel.

Beberapa sekutu utama Israel juga menyatakan kemarahannya atas kematian tersebut dan menyerukan penyelidikan independen atas serangan tersebut.

Baca Juga: Netanyahu ke Hungaria Walau Ada Surat Penangkapan dari ICC

Investigasi yang dilakukan Badan Verifikasi Sanad Al Jazeera menemukan bahwa serangan Israel terhadap konvoi bantuan itu disengaja. (T/R6/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: MAPIM: Serangan terhadap Jurnalis di Gaza Upaya Bungkam Kebebasan Pers

Rekomendasi untuk Anda