PM Israel: Normalisasi dengan Sudan Cegah Penyelundupan Senjata Iran

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Sabtu (24/10) malam, beberapa pekan terakhir telah menyaksikan perubahan peta Timur Tengah melalui normalisasi hubungan tiga negara Arab dengan Israel.

“Akan ada kandidat lain untuk bergabung dalam normalisasi dengan pendudukan,” demikian keterangan persnya seperti dikutip dari Shehab News Agency.

“Kemarin kami membuat langkah bersejarah baru untuk perdamaian  dengan Sudan. Sudan adalah negara yang selama ini bermusuhan dan  ikut dalam perang melawan Israel, dan dalam konferensi Khartoum mengumumkan tiga tidak,” katanya.

Di samping itu, lanjutnya, Iran menggunakan Sudan sebagai wilayah untuk menyelundupkan senjata yang sangat berbahaya kepada Hamas, ke seluruh Sudan, daerah Nil dan Sinai, Saya harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah hal ini, begitulah keadaan berubah,” katanya.

Netanyahu menambahkan, sejak era Presiden AS Donald Trump telah disaksikan perkembangan bersejarah, karena “tiga perjanjian perdamaian dicapai, dan hanya dalam waktu tiga minggu.”

Netanyahu menyatakan,  perjanjian-perjanjian normalisasi ini akan meningkatkan ekonomi Israel.

“Normalisasi juga mengubah peta Timur Tengah. Kami dapat terbang di atas Sudan melalui Chad, yang dengannya kami juga meluncurkan hubungan kami, dan ini merupakan perubahan besar. Israel selama ini benar-benar terisolasi, dan sekarang berkomunikasi dengan seluruh dunia, dan akan ada lebih banyak negara,” tambahnya.

Dalam konteks ini, Hebrew Channel 12 melaporkan bahwa Israel juga akan menormalkan hubungannya dengan Kesultanan Oman, dengan mediasi Amerika.

Sementara itu tentang kesepakatan lanjutan penjualan pesawat F-35 oleh AS kepada Unied Emirat Arab, Netanyahu mengatakan pemerintahnya telah memberikan persetujuan dengan syarat superioritas militer Israel di wilayah tersebut dipertahankan.

Netanyahu membantah pernyataan Menteri Pertahanan-nya, Benny Gantz, bahwa dia telah membebaskannya dari diskusi mengenai hal itu, dan menyembunyikan keputusan darinya. (T/R12/P1)

Mi’raj News Agency (MINA).