PM MALAYSIA: KTT CIPTAKAN MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Asean
Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak berbicara selama upacara pembukaan KTT ASEAN ke-26 di Kuala Lumpur pada April 27, 2015 (Foto : World Bulletin)
Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak berbicara selama upacara pembukaan KTT ASEAN ke-26 di Kuala Lumpur pada April 27, 2015 (Foto : World Bulletin)

Kuala Lumpur, 8 Rajab 1436/27 April 2015 (MINA) – Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak mengatakan, tahun ini akan menjadi tonggak dalam sejarah perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menciptakan masyarakat ekonomi ASEAN akan direalisasikan pada akhir Desember.

Dalam sambutannya di KTT ASEAN ke-26, Najib mengatakan itu adalah tugas negara anggota ‘untuk merumuskan dokumen untuk Membangun Komunitas ASEAN tahun ini, yang akan memberikan dasar untuk sepuluh anggota lebih memperkuat persatuan selama sepuluh tahun ke depan, sebagaimana dilaporkan World Bulletin dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Sebagai organisasi politik dan ekonomi, ASEAN memainkan peran yang semakin penting baik secara regional maupun global, katanya, menambahkan bahwa perdana “ASEAN Rakyat Awards” akan diselenggarakan pada KTT ASEAN berikutnya akhir tahun ini untuk merayakan prestasi yang luar biasa dari orang-orang yang merasa terhormat.

Najib mengatakan bahwa ASEAN harus menjadi lebih kompak, dan adopsi zona waktu umum di seluruh ASEAN telah diusulkan. “Ini akan menjadi simbol baik persatuan maupun bisnis,” katanya.

Organisasi kerjasama ASEAN, OECD memprediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen selama empat tahun ke depan, dan jika kecenderungan ini terus berlanjut, ASEAN akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2050,” katanya.

Najib menekankan ASEAN harus melanjutkan langkah-langkah untuk membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan menghapus hambatan perdagangan, yang akan menggali potensi dari ASEAN dan membawa perbaikan yang menakjubkan untuk ekonomi dan kehidupan mereka.

ASEAN didirikan pada tahun 1967 oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Brunei. (T/P005/R03)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0