PM Pakistan: Kami Bukan Lagi Senjata Sewaan AS

Islamabad, MINA – Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menuduh Amerika Serikat (AS) telah “mengusir Pakistan” dan dia mengatakan tidak akan pernah ingin lagi menjalin hubungan dengan Washington di mana negaranya diperlakukan seperti “senjata sewaan”.

“Saya tidak akan pernah ingin memiliki hubungan, di mana Pakistan diperlakukan seperti senjata sewaan – diberi uang untuk melawan perang orang lain,” kata Khan dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, mengacu pada perang tahun 1980-an terhadap Uni Soviet di Afghanistan dan perang yang sedang berlangsung melawan teror.

“Kita seharusnya tidak pernah menempatkan diri kita di posisi ini lagi. Ini tidak hanya mengorbankan nyawa manusia, kehancuran wilayah kesukuan kita, tetapi juga merugikan martabat kita. Kami ingin hubungan yang baik dengan AS,” katanya lagi, seperti diberitakan The Asian Independent yang dikutip MINA, Sabtu (8/12).

Ketika diminta untuk menjelaskan tentang hubungan yang ideal yang ia inginkan dengan AS, Khan mengatakan, misalnya hubungannya dengan China yang tidak satu dimensi saja. Tetapi juga hubungan perdagangan antara dua negara.

“Kami menginginkan hubungan serupa dengan AS,” tegas Khan.

Dia mengatakan, Pakistan tidak bermaksud berpihak terhadap China, melainkan sikap Washington yang telah membawa perubahan dalam hubungan bilateral.

“Sikap AS pada dasarnya yang telah mengusir Pakistan,” ungkap Khan.

Ditanya mengapa dia “memendam sentimen anti-AS”, Khan mengatakan, tidak setuju dengan kebijakan Washington dan bukan berarti dia “anti-Amerika”.

“Ini adalah pendekatan yang sangat imperialistik. Anda baik dengan saya atau melawan saya,” ucap Khan.

Khan mengutuk operasi AS 2011 di Abbottabad yang menewaskan Osama bin Laden, mengatakan bahwa itu “memalukan” bahwa Washington tidak mempercayai Pakistan untuk membunuh teroris.

“Itu memalukan bahwa kami kehilangan prajurit kami dan warga sipil oleh serangan bom karena kami berpartisipasi dalam perang AS, dan kemudian sekutu kami tidak mempercayai kami untuk membunuh Bin Laden,” katanya, dia menambahkan bahwa AS, seharusnya memberi tahu Pakistan.

“Kami tidak tahu apakah kami teman atau musuh,” kata Khan.

Dia juga menepis klaim bahwa ada tempat perlindungan bagi teroris di Pakistan, mengatakan bahwa “tidak ada tempat suci di Pakistan”.

Mengacu pada kebijakan Presiden AS Donald Trump di Asia Selatan, Khan mengatakan, dia berkomitmen melakukan dialog untuk mencapai perdamaian di Afghanistan yang dilanda perang.

“Saya berbicara selama bertahun-tahun tentang bagaimana tidak ada solusi militer di Afghanistan dan mereka memanggil saya Taliban Khan. Sekarang saya senang bahwa semua orang menyadari hanya ada solusi politik,” terang Khan.

Menyambut tawaran AS untuk terlibat dalam pembicaraan dengan Taliban Afghanistan, Khan mengatakan, bahwa Islamabad tidak ingin AS meninggalkan Afghanistan dengan terburu-buru seperti yang mereka lakukan pada tahun 1989 lalu.

“Hal terakhir yang kami inginkan adalah penyelesaian di Afghanistan. Harus ada penyelesaian kali ini,” pungkas Khan. (T/B05/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)