PM Pakistan Peringatkan Perang Nuklir dengan India

Islamabad, MINA – Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyerukan pembicaraan dengan pemerintah India, memperingatkan kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan perang nuklir kemungkinan bisa terjadi.

Dalam sebuah pidato di televisi nasional, beberapa jam setelah angkatan udara Pakistan mengklaim menembak jatuh dua pesawat tempur India dan menangkap seorang pilot.

Peringatan datang di tengah-tengah ketegangan antara negara-negara bersenjata nuklir dimulai Selasa (19/11) lalu ketika Angkatan Udara India melakukan serangan pertama di wilayah Pakistan dalam beberapa dekade untuk membom sebuah kamp pelatihan militan tersebut.

India mengatakan, kamp itu milik kelompok teroris yang bertanggung jawab atas pembunuhan 40 tentara India di wilayah Kashmir yang disengketakan dua pekan lalu, demikian South China Morning Post melaporkan dikutip MINA, Ahad (24/11)

Setelah berjanji untuk membalas serangan itu, Pakistan mengatakan, pihaknya menjatuhkan dua pesawat militer India yang melintasi Garis Kontrol, perbatasan de facto di Kashmir, ke wilayah udara Pakistan, Rabu.

Salah satu pesawat jatuh ke wilayah yang dikuasai India sementara yang lain menabrak pesawat Pakistan, di mana pilot ditangkap. Video yang diklaim tentang penerbang itu berlumuran darah, ditutup matanya dan dengan tangan terikat di belakang telah dibagikan secara online. Pakistan mengidentifikasinya sebagai Komandan Wing Abhinandan.

“Kami menunggu tindakan,” kata Khan dalam pidato singkat. “Itu adalah rencana kami untuk tidak menyebabkan kerusakan yang menyebabkan terjadi banyak korban. Kami hanya ingin menunjukkan kemampuan kami,”

“Pakistan telah mengklaim bahwa tawanan berada dalam kekuasaan mereka,” kata Gokhale pada konferensi pers.

Dalam sebuah laporan terpisah, analis pertahanan India, Ajai Shukla mengatakan dalam sebuah tweet bahwa dua jet angkatan udara India ditembak jatuh oleh pesawat-pesawat Pakistan.

Sementara Kementerian Luar Negeri India merilis pernyataan setelah pidato Khan yang menggambarkan serangan Pakistan Rabu lalu sebagai “tindakan agresi tanpa alasan”. Kementerian juga keberatan dengan cara penangkapan pilot lalu disebarluaskan. (T/R03/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)