PM Palestina Desak ICRC Lindungi Tahanan Palestina di Penjara Israel

Ramallah, MINA – Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mendesak Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk mengambil tindakan segera mengunjungi dan melindungi para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel sehubungan dengan pandemi virus corona (COVID-19).

“Hari ini saya bertemu dengan Kepala delegasi ICRC di Yerusalem, Tuan Daniel Duvillard, untuk meminta tindakan segera dari Palang Merah untuk mengunjungi dan melindungi tahanan kami,” kata Shtayyeh pada Selasa (24/3) saat menerima delegasi di Ramallah, WAFA melaporkan.

Ia meminta pejabat ICRC untuk bekerja demi membebaskan semua tahanan, terutama yang sakit, lansia, anak-anak dan perempuan agar dilepaskan dan melindungi mereka dari pandemi.

Shtayyeh juga menekanan agar Layanan Penjara Israel melakukan pemeriksaan medis yang diperlukan, untuk tahanan Palestina di Penjara Megiddo, yang diduga terkena dampak COVID-19, dan untuk mengimplementasikan protokol internasional dalam melindungi tahanan, terutama dalam kasus wabah pandemi.

“Meminta ICRC untuk memainkan peran yang lebih besar di Yerusalem yang diduduki karena Israel tidak akan mengizinkan Otoritas Palestina atau warga Palestina kota untuk melakukan apa pun untuk melindunginya dari virus mematikan,” katanya.

Shtayyeh juga mengatakan Israel menganiaya para pekerja Palestina dan tidak memberi mereka kebutuhan, paling tidak untuk perlindungan, seperti ketika Israel melemparkan seorang pekerja Palestina di sebuah pos pemeriksaan di Tepi Barat kemarin setelah ia diduga terjangkit COVID-19. Namun, kemudian tes yang dilakukan untuk pekerja di Ramallah itu ternyata negatif. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)