PM Palestina Harapkan Pemerintah Baru AS Hentikan Permukiman Liar Israe

Ramallah, MINA – Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, Senin (18/1), menyampaikan harapan, pemerintah baru AS, yang akan mulai menjabat dua hari lagi, mulai tanggal 20/1, akan mengakhiri kegiatan pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Berbicara pada awal pertemuan kabinet pekanan Palestina yang diadakan di Ramallah, Shtayyeh mengatakan dia berharap pemerintahan Joe Biden akan mengerahkan segala upaya untuk menghentikan apa yang dia gambarkan sebagai “serangan permukiman yang belum pernah terjadi sebelumnya” oleh Israel, baik di dalam dan sekitar Yerusalem atau di wilayah tersisa Palestina lainnya.

Dia mengatakan, Israel berpacu dengan waktu menyetujui pembangunan 760 unit baru di permukiman ilegal sebelum kepergian pemerintahan saat ini dan ingin menyambut Joe Biden, presiden baru Amerika Serikat, dengan paket proyek permukiman ini, WAFA melaporkan.

“Dunia harus mengambil sikap serius dari permukiman Israel dan memikul tanggung jawabnya untuk melindungi solusi dua negara, yang mendapat dukungan dari komunitas internasional,” kata Shtayyeh.

PM Palestina juga memaparkan, pemukim Israel sedang meneror warga sipil Palestina di wilayah pendudukan. Ia menyebutkan contoh serangan di desa Madama di utara Tepi Barat kemarin dan upaya untuk menculik Hala Al-Qat, gadis berusia 11 tahun, sebelum dia diselamatkan oleh keluarganya.

Hala menderita luka di wajah dan kepala setelah dia terkena batu yang dilempar oleh pemukim di luar rumahnya.

“Serangan para pemukim tidak hanya ditujukan terhadap anak-anak, tetapi terhadap semua warga Palestina di mana pun berada,” kata Shtayyeh.(T/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)