PM Palestina Kecam Serangan Israel di Yerusalem Timur

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh. (Foto: WAFA)

Ramallah, MINA – Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengecam polisi Israel dan pemukim yang melakukan serangan kekerasan terhadap warga Palestina di seluruh kota Yerusalem Timur yang diduduki, Jumat (23/4).

Ia mengatakan, serangan pemukim Israel tersebut sebagai tindakan terorisme yang diorganisir negara.

“Adegan kepahlawanan muncul dari jalan-jalan dan gang-gang kota Yerusalem malam ini dari pemuda Al-Quds yang tidak memiliki senjata namun dengan kemauan dan tekad yang kuat, mereka melawan serangan pemukim Israel, itu mengkonfirmasi sekali lagi kegagalan rencana Israel untuk mengklaim Kota Suci,” kata Shtayyeh di Ramallah, Jumat (23/4), demikian Wafa melaporkan.

Perlawanan pemuda Palestina itu, kata Shtayyeh, membawa kembali kenangan akan adegan kepahlawanan ketika Muslim dan Kristen Yerusalem melawan dan menggagalkan rencana otoritas pendudukan Israel untuk memasang detektor logam elektronik empat tahun lalu.

Shtayyeh juga mengutuk serangan kekerasan polisi dan pemukim Israel yang mengakibatkan melukai lebih dari 100 warga Palestina dan menahan 50 lainnya di tengah ketegangan di bulan suci Ramadhan di Al-Quds.

Dia meminta komunitas internasional dan komite hak asasi manusia untuk mengamankan perlindungan internasional bagi warga Palestina Yerusalem yang hidup di bawah pendudukan Israel.

Sementara itu, Menteri Urusan Yerusalem Fadi Hidmi mengatakan fakta bahwa serangan pemukim Israel dan polisi terhadap warga Palestina terus berlanjut sejak awal Ramadhan.

Hidmi menegaskan kembali kebutuhan untuk memberikan perlindungan internasional kepada warga sipil Palestina yang tidak berdaya. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)