Ramallah, MINA – Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh pada Rabu (31/3) meminta Eropa untuk menekan Israel agar menghormati perjanjian dengannya, termasuk mengizinkan warga Palestina di Yerusalem Timur (Al-Quds) yang diduduki untuk berpartisipasi dalam pemilihan legislatif pada 22 Mei dan pemilihan presiden pada 31 Juli.
Shtayyeh mengatakan kepada diplomat Uni Eropa (UE) yang dia temui di Ramallah, warga Palestina di Yerusalem harus berpartisipasi dalam pemilihan umum, baik dengan pemungutan suara atau sebagai kandidat, sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani dengan Israel.
“Pemilu adalah pintu gerbang untuk mengakhiri perpecahan dan memperbarui demokrasi,” kata Perdana Menteri.
Ia menekankan bahwa pemilu adalah tuntutan publik.
Baca Juga: Sekitar 130 Orang Syahid oleh Serangan Zionis di Gaza dalam 48 jam
Shtayyeh lebih jauh membahas pentingnya pengiriman pemantau internasional untuk memantau proses pemilu dan untuk mengatasi setiap rintangan Israel.
Perwakilan UE Sven Kühn von Burgsdorff mengatakan, UE telah mengirim permintaan resmi ke Israel agar mengizinkan masuknya pengamat internasional untuk memantau pemilihan, tetapi sejauh ini belum ada tanggapan yang diterima. (T/RI-1/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Menhan Israel Perintahkan Pendudukan Lebih Luas di Gaza