PM Palestina: Pembangunan Permukiman Ilegal Berpotensi Rusak Proses Perdamaian

Ramallah, MINA – Perdana Menteri Israel Mohammad Shtayyeh mengecam rencana Israel untuk membangun 805 unit pemukim ilegal baru di Al-Quds (Yerusalem Timur) yang diduduki.

Shtayyeh menyatakan, rencana penambahan permukiman Israel dan serangan terhadap jamaah Muslim Palestina di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa beberapa waktu lalu mencerminkan pola pikir kolonialis Israel dan upayanya untuk memutus peluang proses perdamaian.

Ia mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar membatalkan langkah-langkah kolonialisnya yang bertentangan dengan konsensus internasional, undang-undang dan resolusi yang menganggap Al-Quds sebagai bagian dari wilayah Palestina yang diduduki sejak Juni 1967.

Ia mencatat, tidak cukup bagi komunitas internasional untuk mengeluarkan pernyataan yang mengutuk pelanggaran dan tindakan Israel, tetapi perlu mengambil tindakan nyata.

Baca Juga:  PBNU Terima Delegasi Sekolah Tinggi Pertahanan Inggris

Ia meminta semua negara di seluruh dunia untuk menyelamatkan solusi dua negara yang dihancurkan oleh Israel melalui pengakuan Negara Palestina atas dasar perbatasan 1967, dengan Al-Quds sebagai ibukotanya, dan memperingatkan rencana Israel untuk mencaplok bagian dari Tepi Barat. (T/Sj/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sajadi

Editor: Rudi Hendrik