PM Palestina Serukan Negara Arab Berikan Bantuan Keuangan

PM Palestina Mohammad Ashtiyeh (foto: WAFA)

Ramallah, MINA – Dua hari setelah anggota pemerintahannya dilantik, Perdana Menteri Palestina Muhammad Ashtiyeh meminta negara-negara Arab untuk menopang bantuan keuangan kepada Otoritas Palestina (PA) yang kekurangan uang.

Ashtiyeh, yang memimpin sesi pertama pemerintah Palestina ke-18 di Ramallah pada Senin (15/4), meminta negara-negara Arab untuk memenuhi kewajiban keuangan mereka, dengan segera memberi Otoritas Palestina jaring pengaman finansial yang memungkinkannya menghadapi krisis keuangan yang ketat, demikian dilansir dari WAFA.

Dia mengatakan, telah meminta pertemuan dengan negara-negara donor pada 30 April mendatang untuk memberi pengarahan singkat kepada mereka tentang perang keuangan yang sedang berlangsung, yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat melawan Palestina.

“Saya berjanji untuk memperkuat ketabahan rakyat Palestina dalam menghadapi kebijakan permukiman Israel dan menekankan perlunya memberikan perlindungan kepada rakyat Palestina untuk melawan serangan pemukim ilegal,” ujarnya.

Ashtiyeh menjelaskan, rencana pemerintahnya untuk mencapai persatuan nasional, mempersiapkan pemilihan legislatif, mendukung keluarga para syuhada, tahanan dan yang terluka, serta memperkuat ketabahan warga di tanah airnya.

“Pemerintah juga akan terus mempertahankan Yerusalem dan mempromosikan ekonomi nasional dan mempromosikan kemitraan antara sektor publik dan swasta,” lanjutnya.

Dia juga berjanji, pemerintah baru akan menerapkan keputusan Dewan Nasional Palestina dan Dewan Sentral untuk menentukan hubungan dengan Israel.

Pada Sabtu (13/4) kemarin, pembentukan kabinet pemerintahan Palestina yang baru telah dilantik. Pemerintahan ini mengalami perubahan besar, dengan 16 menteri baru, lima mantan menteri dari kabinet lama, dan tiga menteri perempuan. Perubahan tersebut termasuk pemisahan kementerian pendidikan tinggi dan pendidikan, dan penciptaan kementerian baru, Kementerian Kewirausahaan dan Pemberdayaan Ekonomi. (T/Ais/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)